Suara.com - Entah karena memang benar tak enak badan, sakit atau bagaimana, sebuah video mbak-mbak berhijab viral di media sosial. Ia terekam kamera video santai tiduran di atas kursi KRL yang tengah berjalan.
Diketahui, aturan di KRL Commuter Line, penumpang memang dilarang jongkok atau duduk-duduk atau menggunakan bangku sendiri hingga tidak boleh tiduran di atas kursi penumpang.
Video itu seperti diunggah akun Instagram @dramakrl************ pada Selasa (14/6/2022) siang. Baru dua jam diunggah video itu sudah diberi tanda suka 700 lebih pengguna Instagram.
Dalam video itu tampak perempuan berkacamata dan berhijab warna hitam tampak tiduran di atas kursi KRL yang tengah melaju. Di mana kebetulan kursi penumpang itu memang kosong, tak terlihat ada penumpang lain yang duduk atau berdiri.
Sementara sang perekam video terdengar suara perempuan sembari tertawa terkekeh bertanya kepada sekuriti yang kebetulan melintas.
"Pak gak boleh tidur kan yah," terdengar suara seorang perempuan di balik video itu.
Sontak pria berseragam sekuriti KRL langsung menegur perempuan yang tiduran itu.
Sang perempuan langsung terbangun, terdengar ia berbicara memohon agar dibolehkan tiduran karena mengaku perutnya sakit.
"Sakit banget perut pak," ucap perempuan itu sembari memegangi bagian perutnya.
Baca Juga: Aksi Iseng Polisi ke Temannya Ini Bikin Ngakak, Warganet: Boys will be boys
Namun sang sekuriti sepertinya mempersilakan agar perempuan itu tetap duduk sembari menyodorkan tangannya ke arah kursi penumpang.
"Hehehe berasa kayak kereta punya nenek moyang lu," kembali terdengar ucapan perekam sembari tertawa.
Video tersebut langsung ramai mendapat sorotan kocak dari para netizen.
"Kalau lagi dapet memang gituu," tulis akun @mumun_****
"Efek seblak level seribu," balas akun @aldinoo****
"Haid hari pertama," tulis akun lainnya.
"Kalau kereta lagi sepi biasanya gak papa tiduran di kursi, gue juga pernah dan diizinin sama sekuriti," timpal akun @hendri_****
Tag
Berita Terkait
-
Unik, Toples Kerupuk Ini Justru Dijadikan Akuarium Ikan
-
5 Fakta Siswa MTS Dibully, Diikat dan Dianiaya Ramai-ramai sampai Nyawa Melayang
-
Pak Tarno Trending Lagi, 'Kecipratan' Viral Penampilan BTS dan Anderson Paak
-
Aksi Iseng Polisi ke Temannya Ini Bikin Ngakak, Warganet: Boys will be boys
-
Diduga Tak Izin, Pria Numpang Parkir Selama 20 Menit, Saat Balik Mobilnya Sudah Dibaret Orang Tak Dikenal
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan
-
DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional
-
Bukan Larang Berdagang, Satpol PP DKI Jelaskan Aturan Zona Steril di Bundaran HI
-
Menguatnya Dukungan Internasional Untuk Proposal Indonesia Tentang Tata Kelola Royalti Digital
-
Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun
-
Polri Pastikan Blackout di Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebab Aslinya
-
Misteri Matematika 80 Tahun Terpecahkan! OpenAI Selesaikan Soal Geometri Paling Sulit di Dunia
-
Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?
-
Bukan Mistis! Anggota DPR Ungkap Dampak Ngeri Hoaks 'Pocong Begal' bagi Ekonomi Warga