Suara.com - Jemaah calon haji asal Indonesia membawa makanan khas dari daerahnya masing-masing sebagai bekal pelepas rindu pada kampung halaman selama di Tanah Suci untuk melangsungkan ibadah haji 2022.
Salah seorang jemaah haji mengungkapkan bahwa dirinya membawa bumbu pecel dan sambal teri agar semangat makan jika rindu kampung halaman.
"Makanan dibawa dari Tanah Air, ada bumbu pecel, sambal teri. Kalau kangen makan ini, biar semangat makannya," kata Zumrotun calon haji asal Pati, Jawa Tengah yang tergabung dalam Embarkasi Solo (SOC) 1 di Mekkah, Kamis.
Zumrotun yang tidak didampingi suami ke Tanah Suci, karena sudah melewati batas usia yang ditentukan, yaitu 65 tahun itu mengatakan dengan makan bekal yang dibawa mengingatkannya akan kampung halaman sekaligus melepas rindu.
Jemaah haji tersebut mencampur makanan yang dibawanya dengan makanan yang ia dapatkan selama di Tanah Suci.
"Makannya dicampur dengan makanan yang didapat disini, jadi ingat ke kampung," katanya sambil memperlihatkan sambal teri yang dibungkus plastik.
Hal itu juga dilakukan oleh Juniar, dari kloter 1 Embarkasi Padang (PDG) 1. Ia membawa berbagai jenis makanan khas dari kota yang terkenal dengan kulinernya itu.
Ia membawa rendang daging, ikan bilis yang merupakan ikan khas dari Danau Maninjau, ada juga teman sekamarnya yang membawa rendang pakis dan abon.
"Makanan disini enak, alhamdulillah sudah disiapkan tiga kali makan, tapi karena kami orang Padang biasa dengan makanan yang pedas, jadi bawa sambal sendiri," kata Juniar.
Baca Juga: Puas Dengan Layanan di Mekkah, Jemaah Calon Haji: Makanannya Baik, Fasilitas Bagus Semua
Makanan khas lain juga dibawa jemaah haji Elly Warni Mustafa dari Embarkasi PDG 1. Ia membawa makanan khas Padang lain, seperti serundeng, bada ikan disangrai dan mie instan.
Jemaah haji mendapatkan tiga kali makan, yakni pagi, siang, dan malam. Makanan itu disajikan dengan menu yang bervariasi dan takaran yang sudah disesuaikan dengan pemenuhan gizi.
Tak hanya itu, makanan yang disajikan bagi jemaah juga dimasak oleh juru masak asli Indonesia dan disesuaikan dengan selera dan cita rasa nusantara, seperti terong balado, rendang, semur daging, dan lainnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Puas Dengan Layanan di Mekkah, Jemaah Calon Haji: Makanannya Baik, Fasilitas Bagus Semua
-
Seorang Calon Haji Asal Labuhanbatu Sumut Gagal Berangkat, Ini Penyebabnya
-
Kemenag Berangkatkan Jurnalis Jadi Petugas Haji 2022 untuk Edukasi Jemaah
-
188 Calon Jemaah Haji dari Denpasar Dilepas Untuk Berangkat ke Tanah Suci
-
Ini Rukun dan Wajib Haji yang Penting Bagi Jemaah, Jangan Sampai Terlewat!
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah
-
Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon
-
KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya
-
Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon
-
KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun
-
Sasar Pekerja Billboard, Tukang Cat Duko di Salemba Diciduk usai Aksi Pemerasannya Viral
-
WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi
-
Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?
-
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian
-
Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga