Suara.com - Olah raga sepak bola sangat diminati di Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki klub sepak bola kebanggaan dengan jumlah penggemar fanatik yang tidak sedikit.cPemerintah membangun sejumlah stadio sepak bola yang besar dan megah. Lantas mana saja stadion sepak bola terbesar di Indonesia yang punya kapasitas penonton besar?
Stadion tersebut tersebar di berbagai daerah, tidak hanya Jakarta. Beragam fasilitas tersedia di stadion tersebut, termasuk jumlah kapasitas penonton yang besar.
Dan berikut adalaj daftar stadion sepak bola di Indonesia dengan kapasitas penonton terbanyak.
1. Jakarta International Stadium
Jakarta International Stadium berada di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pembangunan stadion ini telah dicanangkan sejak 2009, pada era Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
Namun pembangunan stadion ini ramping pada awal April 2022 lalu, di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Awalnya stadion ini akan diberi nama Stadion BMW, karena dibangun di atas lahan taman BMW yang telah ditertibkan oleh Pemprov DKI saat itu.
Stadion bertaraf internasional ini kini menjadi kebanggan warga Jakarta dan digadang-gadang akan menjadi markas Klub Sepak bola keganggan warga Jakarta, yakni Persija.
Jakarta International Stadium mampu menampung jumlah penonton sebanyak 82 ribu orang.
Baca Juga: Buntut Suporter Tewas, Piala Presiden 2022 Grup C Dipindah Tanpa Penonton
2. Stadion Utama Gelora Bung Karno
Stadion Utama Gelora Bung Karno merupakan stadion serbaguna yang dibangun di Jakarta Pusat. Stadion ini merupakan bagian dari kompleks olah raga Gelanggang Olah Raga Bung Karno.
Nama stadion ini diambil dari nama presiden pertama Indonesia, Ir. Sukarno. Namanya sempat diubah menjadi Stadion Utama Senayan pada 1984 dalam rangka de-Soekarnoisasi. Namun setelah reformasi 1998, nama Sukarno kembali disematkan pada stadion ini.
Stadion ini mampu menampung jumlah penonton sebanyak 77.193 orang.
3. Stadion Utama Palaran
Stadion Utama Palaran berada di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Stadion ini juga kerap disebut dengan nama Stadion Utama Kaltim. Stadion ini dibuka pertama kali pada 2008 dan memiliki kapasitas penonton sebanyak 67.075 orang dan menjadi stadion terbesar ke tiga di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Buntut Suporter Tewas, Piala Presiden 2022 Grup C Dipindah Tanpa Penonton
-
Jelang Derby Jateng, Gibran Ajak Wali Kota Semarang Nobar di Stadion Manahan
-
Buntut Suporter Meninggal Dunia, Sisa Laga Grup C Piala Presiden Dipindah dan Tanpa Penonton
-
Stadion Utama Riau Disewa Jadi Markas PSPS selama 15 Tahun ke Depan
-
Kenapa 2 Orang Bobotoh Meninggal? Ini Penyebab Kematian Suporter Persib Bandung
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?
-
Asa Baru Pascabencana: Anggaran Rp100 Triliun Disetujui DPR untuk Pulihkan Sumatra!
-
Bawa Mandat Prabowo Terkait RUU Polri, Menkum: UU Sudah Berlaku Dua Dekade, Perlu Disesuaikan
-
Miris! 6 Bulan Melaut Bertaruh Nyawa, Awak Kapal Perikanan Cuma Digaji Rp500 Ribu
-
Benarkah Pertumbuhan Ekonomi Selalu Merusak Alam? Studi Baru Justru Menemukan Sebaliknya
-
DPR Beberkan Poin-poin Perubahan di RUU Polri: Ada Soal Aturan Polisi Bertugas di Luar Institusi
-
Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk
-
Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra
-
Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat
-
Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu