"Kami telah berkoordinasi dengan rekan yang bertugas, untuk laporan Kakak telah ditindaklanjuti dengan kondusif," katanya, meski tak ada penjelasan lebih lanjut mengenai tindakan yang ditempuh KAI.
Insiden ini tentu memicu amarah publik, apalagi karena pelaku yang terkesan tidak ambil pusing sekalipun sudah berkali-kali ditegur oleh korban.
"Besok besok bawa jebakan tikus mbak. Kalo ada yg kayak gitu lagi pasang biar kejepit tangannya," komentar warganet.
"Itu namanya tonic immobility atau kelumpuhan sesaat secara tiba-tiba ketika seseorang mengalami pelecehan seksual. Menghindari hal ini emang sulit banget apalagi kalo baru pertama ngalamin. Tapi semoga kedepannya semakin bisa push untuk ngelawan. Semangat!" ujar warganet.
"Heran gw apa gada sensor perasaan bersalah ataupun barrier yang kek 'stop this is not a right thing to do'. Semua ada nafsu tapi manusia dikasih akal buat ngontrolnye. Masa kalah ama hewan. Bangsat kesel bat gw. Najis," kata warganet.
Sementara beberapa warganet menyarankan agar pelaku perjalanan selalu membawa peralatan perlindungan diri seperti semprotan merica atau alarm.
Untuk utas selengkapnya bisa dibaca di sini.
Berita Terkait
-
Viral Kakek Digaji Uang Mainan, Berakhir Damai yang Tuai Kecurigaan Publik
-
Viral, Mahar Wanita Asal Indonesia yang Menikah dengan Pria Korea Bikin Publik Melongo
-
Segel Tempat Spa dan Pijat Acara 'Bungkus Night', Polisi Temukan Bukti Ini
-
CEK FAKTA: Benarkah Gunung Anak Krakatau Meletus Hebat Hari ini?
-
Video Viral Kurir Shopee Express Dianiaya Pemuda, Pelaku Malah Cengengesan saat Dibekuk Polisi
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang