Suara.com - Bergabung ke dalam World Customs Organization (WCO) sejak 30 April 1957, Bea Cukai terus menunjukkan peran aktifnya dalam setiap kegiatan organisasi, baik kegiatan di Brussel, maupun kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Asia-Pasifik.
Perlu diketahui bahwa WCO adalah organisasi dunia antar pemerintah yang independen yang memiliki misi untuk mendorong efektivitas dan efisiensi administrasi pabean dalam mencapai tujuannya, yaitu memberikan kemudahan perdagangan, perlindungan kepada masyarakat, dan mengumpulkan penerimaan bagi pemerintah.
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, sejak 1 Juli 2020 Bea Cukai memegang peranan penting sebagai WCO Asia Pacific Vice-chair (WCO A/P Vice-chair) periode 2020-2022. Vice-chair merupakan koordinator setiap kawasan yang mempunyai tugas utama mengoordinasi kegiatan, mendorong kemajuan negara anggota, serta mewakili dan menyuarakan kepentingan regional dalam kerja sama WCO maupun forum kerja sama internasional lainnya.
“Dengan menjadi Vice-chair, Bea Cukai berkesempatan untuk menunjukkan kemampuan menjadi pemimpin bagi 32 negara anggota di kawasan A/P yang beranggotakan beberapa negara maju seperti Australia, China, Jepang dan Korea,” tuturnya.
Bertindak sebagai WCO A/P Vice-chair, Bea Cukai turut berpartisipasi secara fisik di Kantor Pusat WCO, Brussel dalam rangkaian pertemuan The 86th Policy Commission dan The 139th/140th Customs Cooperation Council (Council Session) pada 20-25 Juni 2022. Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai turut menentukan berbagai kebijakan penting WCO, pembinaan hubungan antarinstansi kepabeanan dunia, serta kolaborasi peningkatan pelayanan dan pengawasan.
Policy Commission (PC) merupakan pertemuan antaranggota Komite Kebijakan WCO yang bertindak sebagai steering group untuk membahas isu kebijakan, praktik dan prosedur WCO sebelum diangkat ke pertemuan tertinggi WCO. Sedangkan Council Session adalah badan tertinggi WCO yang bertugas untuk mengambil keputusan final atas segala isu dan aktivitas WCO di mana seluruh badan WCO melapor kepada council.
“Berbeda dengan PC, setiap anggota WCO berhak untuk mengikuti pertemuan Council Session. Singkatnya, merupakan pertemuan tertinggi antakepala atau pimpinan administrasi pabean anggota WCO,” terang Nirwala.
Dalam pertemuan The 86th Policy Commission dan The 139th/140th Council Session dilakukan pembahasan terkait isu-isu penting seperti rencana aksi penanganan Covid-19, program kerja WCO, perpanjangan wewenang kelompok kerja, rencana strategis WCO 2022-2025 dan rencana implementasi 2022-2023, strategi data WCO, e-commerce, green customs, fragile borders, dan pengaturan praktik kerja saat kondisi pandemi.
Nirwala menjelaskan, dalam Council Session turut dibahas beberapa agenda lain seperti laporan komite-komite teknis WCO dalam hal pengembangan kapasitas, tarif dan perdagangan, ketentuan asal barang, nilai pabean, nomenklatur dan klasifikasi, kepatuhan, fasilitasi perdagangan, serta masalah keuangan dan anggaran.
Baca Juga: Pemprov DKI Sediakan Bus Gratis Untuk Malam Puncak HUT ke-495 Jakarta
Di akhir pertemuan Council Session juga diselenggarakan pemilihan Wakil Sekretaris Jenderal, Chairperson dan Vice-chairperson Finance Committee, Chairperson dan Vice-chairperson Audit Committee, Chairperson of the Council, serta penetapan anggota beberapa komite WCO seperti anggota Policy Commission, Finance Committee, dan Audit Committee.
“Agenda ini sekaligus menjadi momentum berakhirnya masa jabatan Indonesia sebagai WCO Asia Pacific Vice-chair dan menetapkan Australia sebagai Vice-chair periode 2022-2024,” tegas Nirwala.
Menjabat sebagai WCO A/P Vice-chair periode 2020-2022, Bea Cukai dihadapkan dengan tantangan kondisi yang tidak ideal akibat Covid-19. Namun Bea Cukai terus berupaya memfasilitasi dan menjalankan tugasnya, sehingga berbagai kegiatan baik bersifat regional atau global berhasil dijalankan hingga akhir periode jabatannya di tahun 2022.
“Selama menjabat, Bea Cukai berhasil menyelenggarakan berbagai pertemuan regional seperti Regional Contact Points (RCP) Meeting, Regional Heads of Customs Administration (RHCA) Conference, maupun membentuk Regional Private Sector Group Asia-Pacific (RPSG AP) sebagai wadah komunikasi antara pemerintah dengan sektor swasta di lingkup Asia-Pasifik. Sedangkan dalam forum global, Bea Cukai turut ambil bagian dalam Permanent Technical Committee, Policy Commission, Global Meeting for Regional Structures, dan beberapa agenda internasional lainnya,” ujar Nirwala.
Untuk memastikan transisi yang mulus, Bea Cukai turut mendukung Australia sebagai Vice-chair periode 2022-2024 dengan berbagai upaya, seperti membarui operation manual sebagai panduan operasional khususnya terkait penyelenggaraan virtual meeting jika kondisi krisis seperti Covid-19 yang membuat pertemuan fisik tidak dapat dilakukan, serta Bea Cukai bersedia melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas transfer office yang lebih detail.
“Kami yakin, bahwa dengan pengalaman sebagai Vice-chair pada periode-periode sebelumnya serta kepemimpinannya di WCO, Australia akan dapat memimpin kawasan Asia-Pasifik dengan baik, Bea Cukai juga berkomitmen untuk senantiasa memberikan dukungan kepada Australia,” pungkas Nirwala.
Berita Terkait
-
Poster Promosi Miras Dinilai Singgung SARA, Pemkot Bandung Panggil Pengelola Holywings
-
Ada Dukungan Pemerintah di Balik Kesuksesan Hallyu, Simak 4 Faktanya
-
Bea Cukai Paparkan Beberapa Hal Penting yang Perlu Diketahui Calon Jemaah Haji
-
DPR Minta Subsidi BBM Hingga Subsidi Listrik 450VA Tetap Masuk Program Prioritas 2023
-
Kekerasan Seksual Makin Marak, Pemkot Surabaya Didesak Buat Skema Perlindungan Anak
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin