Suara.com - Perayaan Idul Adha 1443 H/2022 kian dekat, di mana pada saat itu umat muslim akan berlomba-loma untuk mencari pahala. Sayangnya ada beberapa wanita muslim yang tidak dapat melaksanakan sholat Idul Adha, namun tidak perlu khawatir karena terdapat amalan Idul Adha bagi yang haid yang tetap dapat dikerjakan.
Lantas apa saja amalan Idul Adha bagi yang haid? Wanita yang sudah menginjak usia puber akan mengalami menstruasi atau haid hingga usia monopause. Bagi wnaita muslim ketika haid, mereka dilarang untuk mengerjakan ibadah seperti sholat, puasa, membaca Al-Quran dan memasuki masjid hingga masa sucinya tiba.
1. Datang ke lokasi sholat Idul Adha
Meskipun sholat Idul Adha hukumnya sunnah muakkad yang jika dikerjakan akan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan tidak apa-apa. Oleh karena itu Nabi Muhammad SAW memerintahkan wanita yang haid untuk tetap keluar rumah dan berangkat ke lokasi pelaksanaan sholat Idul Adha tiba.
Bukan untuk melaksanakan sholat ied, namun tujuannya agar mereka melihat sholat yang dilakukan setahun sekali itu. Ajuran tersebut datang langsung dari Rasulullah SAW seperti yang diriwayatkan Imam As-Syaukani:
Imam As-Syaukani berkata: “Ketahuilah bahwasanya Nabi SAW terus-menerus mengerjakan dua shalat Ied ini dan tidak pernah meninggalkannya satu pun dari beberapa Ied. Nabi memerintahkan umatnya untuk keluar padanya, hingga menyuruh wanita, gadis-gadis pingitan dan wanita yang haid”.
2. Menyimak khutbah sholat Idul Adha
Selain itu, Nabi Muhammad SAW meminta wanita yang sedang haid ini untuk menyimak khutbah yang diberikan kepada jamaah ketika mereka selesai melaksanakan sholat ied. Agar mereka juga merasakan keberkahan yang Allah berikan di hari kemenangan tersebut.
Anjuran ini sesuai dengan riwayat dari Ummu ‘Athiyah radliallahu ‘anha mengatakan:
Baca Juga: Sholat Idul Adha 2022 Tanggal Berapa? Simak Jadwal, Niat dan Amalan Sunnah
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengajak keluar gadis yang baru baligh, gadis-gadis pingitan, dan orang-orang haid untuk menghadiri shalat Idul Fitri dan Idul Adha."
"Saya bertanya: Ya Rasulullah, ada yang tidak memiliki jilbab? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya saudarinya meminjamkan jilbabnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berkumpulnya umat Muslim di lokasi sholat Ied merupakan bentuk untuk memperlihatkan keberkahan Allah di hari Kemenangan. Selain itu juga untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, meneguhkan keyakinan, serta mengungkapkan kegembiraan di Hari Raya Idul Adha. Berkumpulnya umat muslim di Hari Raya Idul Adha juga sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.
3. Dzikir dan Berdoa
Jika tidak memungkinkan untuk keluar rumah, doa dan dzikir juga bisa menjadi pilihan ibadah mudah dan yang dianjurkan bagi wanita haid atau nifas saat Idul Adha.
Dalam sebuah hadits riwayat, doa disebut sebagai mukhkhul ibadah atau nyawa dari ibadah. Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa saja yang dikuasai, dapat dibaca kapan saja, dan oleh siapa saja, termasuk juga wanita yang sedang haid atau nifas sekalipun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Cuaca Senin Pagi: Jakarta Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang, Cek Daftar Wilayah Terdampak!
-
Laporan PRISM 2025 Sebut Jakarta Jadi Kota Paling Diminati Sepanjang 2025
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik