News / Nasional
Kamis, 07 Juli 2022 | 10:23 WIB
Ilustrasi makan saat puasa - bacaan niat puasa Senin Kamis (Pixabay/congerdesign)

Suara.com - Sesuai namanya, puasa Senin Kamis adalah puasa sunah yang dilakukan di hari Senin dan Kamis dalam satu minggu.  Berikut penjelasan tentang bacaan niat puasa Senin Kamis yang dirangkum dari NU Online.

Dalam tulisan di artikel berjudul "Tata Cara Puasa Senin-Kamis: Niat, Waktu, dan Keutamaannya", jika dalam satu bulan kita melakukan puasa Senin-Kamis, itu artinya, sama dengan kita berpuasa sebanyak delapan kali. 

Dr. Wahbah az-Zuhaili menjelaskan, ulama sepakat bahwa hukum puasa ini adalah sunah, yaitu jika dilakukan bisa mendapat pahala namun jika ditinggalkan tidak mendapat dosa. 

Dalam bahasa Arab, hari Senin adalah isnain yang juga bermakna dua karena hari ini merupakan hari kedua dari penciptaan seluruh makhluk selain bumi. 

Demikian juga Kamis yang bahasa Arabnya adalah khâmis dan juga bermakna kelima, karena merupakan hari kelima penciptaan seluruh makhluk selain bumi. (Al-Bujairami, Hasyiyah al-Bujairami ‘Alal Khatib, juz 2, h. 116).

Keutamaan Puasa Senin-Kamis 

Puasa yang selalu dilakukan oleh Rasulullah. Siti ‘Aisyah radhiyallu ‘anha pernah berkata:

“Nabi selalu menjaga puasa Senin dan Kamis” (HR Tirmidzi dan Ahmad).

Hari Senin dan Kamis merupakan hari pelaporan amal manusia sehingga akan menjadi sebuah kelebihan tersendiri jika amal kita dilaporkan dalam kondisi berpuasa. 

Baca Juga: Puasa Senin Kamis Bulan Dzulhijjah: Hukum, Niat dan Manfaatnya

Suatu ketika, Usamah bin Zaid pergi bersama budaknya ke bukit Al-Qura. Saat itu kondisi Usamah berpuasa, sementara usianya sudah lanjut. Sang budak bertanya, “Mengapa engkau berpuasa Senin-Kamis padahal sudah lanjut usia?” 

Usamah menjawab, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW berpuasa pada hari Senin dan Kamis". Ketika Nabi ditanya tentang hal itu, beliau menjawab, "Sesungguhnya amalan para hamba disampaikan pada hari Senin dan Kamis."

Dalam hadits lainnya, beliau bersabda: “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa” (HR Tirmidzi). 

Hari Senin dan Kamis adalah hari dibukanya pintu surga dan ini tentu saja menjadi salah satu keistimewaan puasa Senin Kamis. Rasulullah pernah bersabda:

“Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." (HR Muslim, No. 4652)

Hari Senin merupakan hari lahir sekaligus wafat Rasulullah. Dalam satu hadits dijelaskan, “Nabi ditanya soal puasa pada hari Senin, beliau menjawab, ‘Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku” (HR Muslim: 1162). 

Waktu Puasa Senin-Kamis 

Puasa Senin-Kamis dilakukan sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Selama waktu tersebut kita harus mencegah hal-hal yang dapat membatalkan puasan.

Waktu pelaksanaan puasa Senin-Kamis bisa kapan saja, kecuali pada hari-hari diharamkan puasa, yaitu hari raya Idul Fitri (1 Syawal), hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), hari tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah), separuh terakhir dari bulan Sya’ban dan hari yang diragukan (30 Sya’ban, saat orang telah membicarakan ru’yatul hilal atau ada kesaksian orang melihat hilal yang tidak bisa diterima, seperti kesaksian seorang anak kecil).   

Bacaan Niat Puasa Senin-Kamis

a). Puasa Senin

Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta‘âlâ."

b). Puasa Kamis

Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta‘âlâ."

Namun, karena puasa Senin Kamis adalah puasa sunnah maka orang yang lupa membaca niat pada malam hari, bisa melafalkan niatya di siang hari, yaitu dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari selagi ia belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. 

Berikut bacaan niat puasa Senin Kamis ketika siang hari:

a). Puasa Senin

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin ini karena Allah ta’ala.”

b. Puasa Kamis

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ.Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis ini karena Allah ta’ala.”

Itulah penjelasan tentang bacaan niat puasa Senin Kamis yang dirangkum dari NU Online.

Kontributor : Rima Suliastini

Load More