Suara.com - Sebelum menyembelih hewan kurban, umat muslim diperintahkan untuk mengerjakan sholat Idul Adha. Pelaksanaan sholat Idul Adha dilakukan secara berjamaah di masjid, lapangan atau tempat terbuka lainnya secara berjamah. Terdapat surat yang dibaca saat sholat Idul Adha, lalu apakah surat itu?
Sama seperti sholat Idul Fitri, sholat Idul Adha juga berjumlah dua rakaat dengan dibacakaannya kutbah setelah sholat. Meskipun keduanya memiliki jumlah rakaat yang sama, namun niat dan waktu pengerjaannya berbeda.
Niat Sholat Idul Adha
Dikutip dari laman NU Online berikut ini bacaan niat sholat Idul Adha untuk imam dan makmum:
1. Niat Sholat Idul Adha Untuk Makmum
Usholli sunnatan 'iidil adhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Saya niat salat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah ta'ala."
2. Niat Sholat Idul Adha Untuk Imam
Usholli sunnatan 'iidil adhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati imaman lillaahi ta'aalaa
Baca Juga: Tata Cara Mandi Wajib Sholat Idul Adha untuk Pria dan Wanita
Artinya: "Saya niat salat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah ta'ala."
Surat yang Dibaca saat Sholat Idul Adha
Terdapat surat-surat yang disunnahkan untuk dibaca ketika sholat Idul Adha, setelah membaca surat Al-Fatihah.
Pada rakaat pertama disunnahkan untuk membaca surat Qaf atau Al Qomar, sedangkan pada rakaat kedua disunnahkan untuk membaca Al A'la atau Al Ghosyiyah.
Hal tersebut sesuai dengan hadits yang artinya:
1. Dari Ubaidillah bin Abdillah, bahwa Umar bin Al-Khatthab Ra pernah bertanya kepada Abu Waqid Al-Laitsi tentang surat yang dibaca Rasulullah SAW dalam Shalat Idul Adha dan Idul Fitri. Maka ia menjawab, ‘Biasanya beliau membaca dalam dua raka’at tersebut, yaitu ‘Qaf, wal qur’anil majid’ (Surah Qaf) dan ‘Iqtarabatis sa’ah wan syaqqal qamar’ (Surah Al Qamar). (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).
2. Dari An-Nu’man bin Basyir Ra, bahwa Rasulullah SAW pada dua hari raya dan hari Jum’at biasa mebaca, ‘Sabbihisma Rabbikal ‘Ala dan ‘Hal ataka haditsul ghasiyah’. Perawi mengatakan, ’Terkadang keduanya terdapat dalam satu hari, maka beliau juga membaca kedua surah tersebut. (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad).
Dalam pelaksanaanya, Nabi Muhammad biasanya memilih salah satu dari dua surat yang disunnahkan. Namun apabila imam tidak mampu membaca kedua surat tersebut, maka boleh membaca surat lain.
Hukum Sholat Idul Adha
Hukum sholat Idul Adha adalah sunnah muakkad, artinya amalan ibadah yabg sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Karena akan mendatangkan pahala, namun jika tidak dikerjakan tidak berdosa.
Karena hanya terjadi setahun sekali, sholat Idul Adha dianjurkan untuk dikerjakan sebab memiliki keutamaan serta akan mendatangkan pahala yang berlipat.
Selain mendatangkan pahala yang berlipat-lipat, melaksanakan sholat dengan ikhlas juga akan memberikan semangat beribadah bagi umat Islam. Hal ini sesuai dengan yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits yang artinya:
“'Salat lima waktu sehari semalam.' Orang itu bertanya lagi, 'Apakah ada kewajiban (salat) lain?' Beliau menjawab, 'Tidak, kecuali engkau mengerjakan salat sunah',” (HR. Bukhari dan Muslim).
Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha
Umat muslim dianjurkan untuk mengawalkan pelaksanaan sholat Idul Adha demi memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat yang saat itu akan berkurban selepas melaksanakan rangkaian salat Ied.
Jika sholat Idul Fitri dikerjakan sekitar pukul 07.00 WIB maka sholat Idul Fitri dapat dikerjakan pukul 06.30 WIB.
Nah itulah dua surat yang dibaca saat sholat Idul Adha sesuai dengan sunnah Rasul. Semoga pelaksanaan sholat Idul Adha Anda dapat berjalan lancar!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Tata Cara Mandi Wajib Sholat Idul Adha untuk Pria dan Wanita
-
Tata Cara Sholat Idul Adha Lengkap Beserta Bacaan Niat Latin
-
Niat Sholat Idul Adha untuk Imam, Makmum dan Sendirian Beserta Artinya
-
Tata Cara Sholat Idul Adha di Rumah Beserta Niat dan Doa Sesudahnya
-
Tata Cara Sholat Idul Adha Beserta Bacaan Niat untuk Imam, Makmum dan Sendirian
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Anggota Komisi VI Kaget Tahu Impor Mobil India dari Media: Semestinya Dibahas Dulu di DPR
-
Bye-bye Tiang Monorel! Rasuna Said Bakal Punya Trotoar Estetis dan Jalur Sepeda Modern
-
Jateng Ribut Pajak Kendaraan Naik, Jabar Adem Ayem: Dedi Mulyadi Justru Turunkan Tarif
-
Bawa Reserse dan Labfor, Kapolda Riau Cek Lokasi Penemuan Anak Gajah Mati di Tesso Nilo
-
Dari Konten Fungsi Helm ke Teror Digital: Mengapa Petugas Damkar Depok Diincar dan Diintimidasi?
-
Tok! Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak
-
Menkeu Purbaya Dapat Gift Paus Saat Live TikTok, KPK: Kalau Ragu Lapor, Ingat Jenderal Hoegeng
-
Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah
-
Viral "Cukup Aku WNI", Dirjen AHU: Orang Tua Tak Bisa Sepihak Ganti Status Kewarganegaraan Anak
-
Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara