Suara.com - Kumpulan remaja belasan tahun di kawasan Jalan Sudirman atau Dukuh Atas menjadi fenomena baru. Mereka berkumpul atau nongkrong dengan gaya pakaian yang nyentrik. Bahkan saking populernya aksi mereka, menciptakan sebuah istilah yang dikenal dengan 'Citayam Fashion Week.'
Meskipun diketahui mereka tak semuanya berasal dari Citayam. Mereka ada juga yang berasal dari daerah penyangga Ibu Kota, seperti kawasan Bekasi.
Namun, cara mereka mengekpresikan diri lewat gaya pakaiannya dengan nongkrong di kawasan Jalan Sudirman, nyatanya tak selalu dipandang positif.
Di media sosial mereka dibully, dengan banyak sebutan, bau matahari, minimal mandi, disebut wabah, dan fashion udik. Bahkan dianggap membuat kawasan Jalan Sudirman tidak indah lagi. Seperti yang diunggah salah satu pengguna akun Instagram yang menuliskan, 'Sudirman tidak menjadi estetik lagi, karena dipenuhi oleh anak-anak Citayem.'
Banyak juga yang tidak mempersalahkan keberadaan mereka, dengan menganggap bagian dari proses masa remaja. Namun, remaja 'Citayam' diminta untuk disiplin menjaga kebersihan.
Di media sosial beberapa masyarakat yang biasa melintas di kawasan Jalan Sudirman, mengeluhkan sikap mereka yang membuang sampah sembarangan, sehingga dinilai mengotori.
Tak diketahui secara pasti kapan, 'Citayam Fashion Week' menjadi populer seperti sekarang ini, hingga menarik perhatian. Bahkan Polsek Metro Menteng turut menyoroti keberadaan mereka di wilayah kerjanya.
Saat dihubungi Suara.com, Kapolsek Metro Menteng, Kompol Netty Rosdiana Siagian berkata bakal membubarkan mereka, jika tetap berkumpul di atas jam 10 malam. Netty beralasan pembubaran itu sesuai dengan PPKM Level 1 yang berlaku di DKI Jakarta.
Alasan lainnya, kata Netty, karena kawasan Jalan Sudirman merupakan jalur protokol. Di samping itu para remaja 'Citayam' juga dikhawatirkan mengakibatkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Baca Juga: 10 Meme Pelesetan Lirik Lagu, Bikin Orang Tertawa
"Kami antisipasi gangguan kamtibmas. Orang semakin larut malam, orang berpikirnya semakin negatif. Biar jelas itu," kata Netty kepada Suara.com, Jumat (8/7/2022).
Kendati demikian Netty mengatakan, para remaja 'Citayam,' tetap diperbolehkan nongkrong di kawasan Jalan Sudirman, dengan catatan di bawah jam 10 malam.
"Ya monggo (silakan) saja, (tapi) jam 10 malam sudah harus bubar. (Dasarnya) kembali ke PPKM Level 1," kata dia.
Saat dihubungi Suara.com, Netty mempertanyakan mengapa para remaja Citayam harus berkumpul di kawasan Jalan Sudirman.
"Kenapa tidak ke Parung sana atau ke Bogor?" kata dia.
Netty juga menyinggung, gaya berpakaian remaja Citayam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah
-
Geger! Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengambang di Kali Pacing Bekasi, Kondisi Mengenaskan
-
Dunia Rugi 11,5 Triliun Dolar AS karena Perang Iran Hingga Krisis Energi Global
-
Dukung PP TUNAS, IDAI Setuju Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial bagi Anak
-
Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS
-
Viral Guru TPQ Banting Anak di Probolinggo, Kemenag Pastikan Sudah Diproses Hukum
-
Konflik Selat Hormuz Memanas, Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Iran Segera Lakukan Deeskalasi
-
Jutaan Rakyat AS Demo Massal, Aksi "No Kings" Tuntut Donald Trump Mundur dari Presiden
-
Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit