Suara.com - Tempat penimbunan BBM di Palangka Raya terbakar. Lokasinya di Jalan Alson III, Gang M Bahar Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah.
Kapolsek Jekan Raya Ipda Ali Mahfud membenarkan terkait dugaan bangunan yang terbakar dijadikan tempat penimbun BBM.
Dari peristiwa yang terjadi pada Selasa (12/7) pukul 11.06 WIB tersebut diduga ada seorang yang menjadi korban lantaran bagian mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.
"Saya hitung saat berada di lokasi kejadian ada sekitar 10-11 drum dan tangki modifikasi yang berisi BBM diduga kuat dari para pelangsir, karena bangunan tersebut tidak mungkin legal karena yang legal itu SPBU," katanya.
Polisi sudah diterjunkan untuk melakukan pengecekan terhadap seseorang yang diduga mengalami luka bakar akibat terbakarnya tempat penimbun BBM tersebut.
"Korban yang mengalami luka bakar masih di cek sama anggota saya di rumah sakit," ucapnya.
Perwira Polri berpangkat balok satu itu menjelaskan terkait kronologis peristiwa tersebut, awalnya anggota yang sedang piket di Polsek Jekan Raya mendapatkan informasi terjadi kebakaran di Jalan Alson terjadi kebakaran.
Mendengar hal tersebut, sejumlah anggota mendatangi lokasi kejadian. Saat berada di lokasi kejadian, memang ada menemukan drum-drum dan tangki modifikasi BBM yang terbakar.
Namun hingga sampai saat ini pihaknya juga belum mengetahui, apa penyebab terbakarnya tempat penimbun BBM.
Baca Juga: Pembatasan BBM Subsidi dengan Berbasis Data Rumah Tangga Dipercaya Bisa Bantu Masyarakat
"Terkait peristiwa ini, kami masih melakukan penyelidikan apa penyebab terbakarnya tempat penimbun BBM tersebut," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi sempat terkejut dengan adanya ledakan di lokasi kebakaran.
Ketika melihat hal tersebutlah, warga langsung melaporkan peristiwa itu ke kantor kepolisian terdekat, dan kini kepolisian juga masih menyelidiki siapa pemilik bangunan yang diduga dijadikan tempat penimbunan BBM itu. (Antara)
Berita Terkait
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Bahlil Ungkap Stok BBM Lebaran di Tengah Ancaman Krisis Energi Timur Tengah
-
Konflik Iran vs AS-Israel Makin Panas, Apakah Stok BBM Indonesia Aman Jelang Mudik 2026?
-
Mobil Bekas Cocok Dipakai Jangka Panjang: 5 Opsi Tunggangan Irit BBM, Konsumsi Kurang dari 15 Km/L
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS