Filantropi adalah tindakan sukarela dan kedermawanan. Tindakan ini dilakukan untuk kepentingan publik. Pembahasan terkait filantropi tengah diperbincangkan lantaran setelah beredarnya dugaan adanya penyelewengan dana donasi oleh lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT). ACT merupakan salah satu lembaga Filantropi di Indonesia. Berikut ini penjelasan lengkap terkait apa itu filantropi.
Filantropi berawal dari unsur filantropi tradisional dari agama, khususnya Islam dan Kristen. Dalam keagamaan, filantropi dikaitkan dengan kegiatan dakwah dan misionaris. Seperti penyediaan layanan sosial atau kerja sosial di bidang pendidikan, kesejahteraan sosial, dan kesehatan, disitulah para pegiat filantropi berkembang.
Filantropi memiliki dua sifat yakni tradisional dan modern. Filantropi tradisional merupakan filantropi yang didasari atas perasaan bela sungkawa dan belas kasihan yang umumnya pemberian untuk kesejahteraan pihak lain. Bentuknya yakni seperti pemberian sandang, pangan, papan, dll. Oleh karena itu, filantropi tradisional lebih bersifat individual.
Filantropi modern yakni untuk Keadilan dan Pembangunan Sosial. Kegiatan ini bertujuan menjembatani jurang si kaya dan si miskin. Tujuannya yakni mempermudah mobilitas sumber daya untuk mendukung kegiatan yang menggugat ketidakadilan. Oleh karena itu, filantropi modern lebih politis.
Filantropi merupakan satu dari tiga cara pendekatan penggaungan kesejahteraan. Kegiatan filantropi ini merupakan upaya pengentasan kemiskinan, social work, dan pendekatan social service. Filantropi dianggap modal yang telah menyatu sebagai budaya dalam masyarakat.
Filantropi yang berkaitan dengan agama yakni agama Islam dan Kristen. Dalam agama Kristen, filantropi disebut dengan karitas atau charity atau beramal. Karitas menjadi etika untuk saling membantu. Karitas diwujudkan dalam aksi sosial berbasis keagamaan untuk masyarakat yang membutuhkan. Dalam Alkitab, banyak anjuran untuk berbagi harta, memperluas keramahtamahan, dan memperhatikan kebutuhan pengikut mereka.
Sementara itu, filantropi dalam agama Islam yakni berupa komitmen membayar zakat. Orang dewasa yang hidup berkecukupan dan memiliki kekayaan di atas batas minimum wajib membayar zakat. Zakat tersebut disampaikan kepada pengelola zakat.
Zakat berbeda dengan karitas. Zakat adalah wajib bagi umat muslim. Dalam Islam, terdapat paham bahwa harta yang dimiliki masyarakat muslim lain terdapat hak orang yang membutuhkan. Membayar zakat berarti taat dan patuh kepada perintah Allah.
Demikian penjelasan mengenai apa itu filantropis. Selanjutnya diketahui terdapat filantropis modern dan tradisional. Terdapat pula filantropis yang diajarkan dalam agama yakni agama Islam dan Kristen.
Baca Juga: PBNU Berharap Aparat Penegak Hukum Tak Ragu Usut Lebih Dalam Kemana Saja Aliran Dana ACT
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
PBNU Berharap Aparat Penegak Hukum Tak Ragu Usut Lebih Dalam Kemana Saja Aliran Dana ACT
-
Fakta Baru ACT Himpun Dana Rp 2 Triliun Lalu Dipotong Rp 450 M Buat Operasional
-
4 Petinggi ACT Dijebloskan ke Penjara Bareskrim
-
4 Petinggi ACT Ditahan, Ada Upaya Hilangkan Barang Bukti
-
Terpopuler: ACT Potong Dana Donasi Rp 450 Miliar, Angka Putus Sekolah Siswa SD di Jakarta Tertinggi di Indonesia
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK