Suara.com - Sekitar 10 tahun lalu, James Howells membuang 'hard drive' saat bersih-bersih dan lupa bahwa dia memiliki Bitcoin di dalamnya.
Saat ini, Bitcoin itu bernilai sekitar US$184 juta (Rp2,7 triliun) dan Howells merencanakan untuk menghabiskan jutaan dolar guna menggali tempat pembuangan akhir di Newport untuk mencari hard drive yang hilang.
Bila berhasil ditemukan, kata Howells, ia akan memberikan 10% pendapatan dan menjadikan kota Newport, Wales, Inggris Raya, menjadi pusat mata uang kripto.
Tetapi dewan kota setempat mengatakan menggali TPA itu berisiko ekologi.
Howells, seorang insinyur IT, secara tak sengaja membuang hard drivenya pada 2013 setelah menang 8.000 Bitcoin pada awal berkembangnya mata uang itu.
Bitcoin sangat berlfuktuasi dan sempat pada Januari 2021, Bitcoin di hard drive itu bernilai sekitar US$256 (Rp3,8 triliun), tetapi kemudian nilainya turun lagi.
Dewan Kota Newport yang memiliki TPA, tempat hard drive itu berada - berulang kali menolak permintaannya untuk menggali dengan alasan risiko lingkungan dan keamanan.
Namun Howells menjanjikan 10% pendapatan untuk Dewan Kota bila hard drive ditemukan untuk mendanai sejumlah proyek kripto.
Upaya penggalian di TPA itu merupakan proyek besar karena harus menggali ribuan ton TPA padat yang telah terakumulasi selama puluhan tahun.
Baca Juga: Bitcoin, Investasi Jangka Panjang yang Menjanjikan?
Namun Howells mengatakan ia memiliki dana dan keahlian untuk menggali secara efektif dan tidak mengganggu lingkungan.
"Menggali TPA merupakan operasi besar," kata Howells.
"Dana sudah ada. Kami telah memiliki pakar dan dengan teknologi mereka dengan mudah dapat mencari hard drive."
"Kami juga memiliki tim lingkungan. Jadi sebenarnya kami memiliki tim dengan berbaga pakar yang bisa menyelesaikan tugas dengan standar yang sangat tinggi," tambahnya.
Mencari hard drive merupakan pekerjaan yang luar biasa berat. Tidak ada jaminan untuk ditemukan juga dan apakah dalam kondisi yang layak.
Namun bila pun ditemukan, pemiliknya akan mendapatkan dana besar, walau nilainya sangat tergantung pada fluktuasi mata uang kripto.
Baca juga:
- Ratu kripto: Bagaimana Ruja Ignatova menipu dunia kemudian menghilang
- Bagaimana Kazakhstan menjadi penambang kripto terbesar kedua di dunia
- Jaringan pembuat gim Axie Infinity kecolongan Rp8,8 triliun, apakah mata uang kripto aman?
Tetapi pria berusia 37 tahun ini telah menyusun sejumlah rencana kepemilikan mata uang ini. Ia mengatakan dana yang didapat akan disumbangkan untuk kota guna meningkatkan pemahanan soal mata uang kripto.
"Kami telah menyusun insentif untuk tujuan amal yang ingin kami lakukan untuk komunitas," katanya.
"Salah satu hal yang ingin kami lakukan di TPA adalah, begitu dibersihkan dan hard drive ditemukan, lahan itu akan kami lengkapi dengan fasilitas pembangkit listrik, mungkin dengan turbin angin."
"Kami ingin membentuk komunitas tambang Bitcoin yang memiliki listrik terbarukan untuk mencpitakan Bitcoin bagi penduduk Newport."
'Risiko signifikan ekologi'
Rencana lainnya adalah termasuk memberikan uang sekitar Rp900.000 per orang di kota itu dan memasang terminal kripto di semua toko.
Dewan Kota Newport mengatakan mereka berulang kali telah menanggapi permintaan Howells untuk menggali situs.
"Kami memiliki kewajiban yang harus kami lakukan untuk mengelola TPA," kata seorang juru bicara pemerintah kota.
"Salah satunya adalah mengeloloa risiko ekologi TPA dan wilayah sekitarnya. Permintaan Howell memiliki risiko ekologi signifikan yang tidak dapat kami terims dan bahkan kami tak dapat mempertimbangkannya berdasarkan persyaratan izin kami," ucapnya.
Berita Terkait
-
Bitcoin Hingga XRP Anjlok Massal, Indeks CFX10 Merosot 1%
-
CFX10 Naik Tipis Pagi Ini, Aset Bitcoin Melonjak Lagi
-
Indesk CFX10 Melonjak Lagi 0,69%, Harga Bitcoin Naik
-
Indeks CFX10 Mulai Melesat, Bitcoin Hingga Ethereum Naik Tinggi
-
Mengurai Inovasi Regulasi dan Dominasi Institusi di Balik "Rebound" Pasar Kripto Global
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project