Suara.com - Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, dr Budi Sylvana mengungkapkan, tim dokter yang menjadi tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan di Arab Saudi memiliki cara masing-masing dalam melakukan pendekatan kepada jemaah yang sakit.
Salah satunya adalah, tim dokter dan tenaga kesehatan melakukan pelayanan seperti layaknya kepada orang tua, nenek atau keluarganya sendiri. Alhasil, dengan sentuhan-sentuhan tersebut, membuat pasien nyaman selama menjalani perawatan.
"Pendekatan ini pasti tidak ada kalau mereka dirawat di rumah sakit Arab Saudi," kata dr Budi Sylvana kepada Tim MCH (Media Center Haji) di Madinah, Selasa 9 Agustus 2022.
"Jadi memang rata-rata jemaah kita yang dirawat maunya di KKHI. Tim kita dengan gaya Indonesia-nya bisa melakukan pendekatan mempercepat penyembuhan pasien dan Alhamdulillah ini cukup efektif," imbuhnya.
Selain melakukan pendekatan yang membuat para jemaah yang sedang dirawat merasa nyaman, tim dokter di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah juga memberikan terapi spiritual dalam mempercepat penyembuhan jemaah.
Ziad Batubara, salah seorang dokter yang bertugas di pos kesehatan bandara, pernah merawat jemaah yang kakinya diamputasi. Dalam video yang beredar, terlihat Ziad merawat pasien tersebut hingga memanjakannya seperti ibu sendiri.
Menurut Ziar, seluruh jemaah haji dianggap sebagai saudara sendiri, saudara se-Tanah Air. "Bahkan seperti ayah ibu kami. Andaikan ibu kita, pastinya kita ingin mereka diperlakukan sepantasnya," ujar Ziad.
Ziad mengatakan, tim kesehatan salah satunya di bandara berkomitmen menunaikan pelayanan yang terbaik. Sebab, imbuh Ziad, para jemaah merupakan titipan allah.
"Tugas kami, tanggung jawab kami yakni mengayomi jemaah haji dari kedatangan hingga tiba di Tanah Air nanti dalam kondisi sehat wal afiat," terang Ziad.
Baca Juga: Hadapi Badai Pasir dan Hujan di Madinah, Ini Imbauan untuk Jemaah
Melihat ibu yang diamputasi tersebut, Ziad mengakui teringat dengan orangtuanya. Apalagi, ibu tersebut tidak memiliki pendamping ketika menunaikan ibadah haji. Ziad menegaskan, tenaga kesehatan lah pengganti dari pendamping mereka di Tana Suci.
Melihat ibu tersebut, saya sedih. Teringat ayah dan ibu saya, bagaimana saya merawat dan menggendong ibu serta ayah saya. Itu yang saya rindukan, itu yang saya lakukan untuk jemaah yang lansia," ujar Ziad menahan tangis.
Pendekatan tak jauh berbeda dilakukan oleh Oktavia Herman, salah seorang perawat di pos kesehatan bandara. Dia tak segan menggendong jemaah yang memiliki keterbatasan agar bisa melakukan mobilitas.
"Ketika itu, jemaah lansia tersebut kelelahan kemudian dibawa ke pos bandara Arab Saudi. Kami berupaya membawa ke pos kesehatan kita. Dari kamar mandi, saya gendong ketika posisi ibu tersebut sudah stabil," kata Okta.
Di pos kesehatan bandara Jeddah, Okta dan tenaga kesehatan lain merawat ibu tersebut hingga pasien terasa nyaman. "Kami temani seperi ibu sendiri, makan dan minum pun kami suapi." ujar Okta.
"Namun, yang membuat hatinya hancur ketika ibu tersebut berpulang di Makkah."
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia
-
Hujan Deras Bikin 10 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang
-
Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Hujan Deras Genangi Jakarta Barat, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
-
Alasan Kesehatan, 5 Terdakwa Korupsi Pajak BPKD Aceh Barat Dialihkan Jadi Tahanan Kota
-
Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini