Suara.com - PDI Perjuangan mengajak para kader untuk melakukan politik dengan santun dalam mempersiapkan Pemilu 2024. Ajakan ini disampaikan oleh DPD PDIP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ketua DPD PDIP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya mengatakan bahwa selama ini partai berlogo banteng ini selalu menekankan untuk berpolitik dengan menjunjung tinggi etika dan kesantunan.
"Saya mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk santun berpolitik karena PDIP mengedepankan politik etika dan santun," kata Didit Srigusjaya di Tanjung Pandan, Minggu (21/8/2022).
Didit menjelaskan bahwa berpolitik dengan etika dan santun sudah diajarkan dalam acara Pendidikan Politik Kader PDI Perjuangan Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
Menurutnya, pertarungan dalam politik merupakan hal lumrah. Namun sebaiknya berpolitik tidak diikuti dengan saling fitnah apalagi sampai menjelekkan lawan politik.
"Dalam berpolitik, boleh saja untuk bertempur merebutkan elektoral; namun tidak untuk hal-hal yang saling menyakiti apalagi memfitnah," pesannya.
Didit juga mengingatkan para kader untuk sukses meraih kursi di DPRD masing-masing tingkatan pada penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024, sehingga jangan hanya fokus mengejar perolehan suara semata.
"Dengan berhasil meraih perolehan kursi, maka akan terlihat gotong-royong dan kekompakan," lanjutnya.
Untuk menghadapi Pemilu 2024, lanjutnya, PDIP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengedepankan semangat gotong-royong dalam meraih kursi DPR.
"Kalau hanya mengejar perolehan suara itu hanya individu pribadi saja," imbuhnya.
Didit mengatakan, PDIP Bangka Belitung telah memanaskan mesin politiknya sejak jauh hari guna menghadapi Pemilu 2024 mendatang.
"Kalau kami, PDI Perjuangan, dua tahun lalu sudah lakukan ini," katanya.
Dia mengajak para kader PDI Perjuangan di daerah itu menjaga solidaritas dan saling bersinergi dalam memenangkan Pemilu 2024 mendatang.
"Melalui pendidikan politik ini kami memberikan strategi kepada para kader dalam menghadapi Pemilu yang kurang lebih 18 bulan lagi, karena kader partai ini adalah panglima tempur di kecamatan masing-masing," tandasnya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
PDIP Siapkan Calon Pengganti Tjahjo Kumolo Sebagai MenPAN RB, Ada Djarot Saiful Dan Olly Dondokambey?
-
Viral Video Puan Maharani Diteriaki Presiden oleh Anggota Fraksi PDIP di DPR RI, Warganet Beri Komentar Sinis
-
Jelang Dan Selama G20, Penerbangan Singapura-Belitung Kembali Dibuka
-
Kesampingkan Politik Identitas di Pemilu 2024, Ketum PAN: Kita Keluarga Sebangsa se-Tanah Air
-
Terkait Pendaftaran Parpol, Ketua KPU: Hanya Ada Dokumen Lengkap atau Tidak
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia
-
Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar