Suara.com - Sidang etik yang dilakukan untuk mengadili mantan Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Ferdy Sambo beberapa waktu lalu diwarnai dengan tangisan dari para saksi. Suasana sidang penuh ketegangan dan isak tangis, namun Sambo tetap acuh.
Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruang sidang. Ia menyebut sidang tersebut dipenuhi dengan air mata.
"Ya suasana sidangnya sebagaimana pengadilan. Ya suasananya ada tegangannya, ada tenangnya, ya dinamis lah. Dan penuh air mata," jelas Yusuf.
Sidang yang berlangsung selama 17 jam itu akhirnya memutuskan bahwa adanya pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada Ferdy Sambo atas kasus penembakan sang anak buah, Brigadir J pada 8 Juli 2022 lalu. Hakim menjatuhkan hukuman kepada Sambo atas golongan perbuatan tercelanya dari setiap kesaksian yang ia ungkap selama proses penyelidikan hingga penetapannya sebagai tersangka.
Di dalam ruang sidang tersebut, Yusuf mengungkap bahwa Sambo tak menunjukkan kesedihan hingga meneteskan air mata, namun menunjukkan rasa bersalah. Justru, beberapa saksi yang diduga mengetahui skenario pembunuhan Brigadir J tersebut tampak menyesal hingga tak kuasa menahan air mata.
Keterlibatan Sambo dalam pembunuhan Brigadir J tersebut tidak dapat dipandang sebelah mata. Pasalnya, Sambo yang berperan sebagai pembuat skenario penembakan ini sempat memberi statemen palsu soal kesaksiannya dalam peristiwa tersebut, sebelum akhirnya dirinya ditetapkan sebagai tersangka bersama Bharada E, Brigadir RR, KM, dan sang istri, Putri Chandrawathi.
Sebelum masuk ke ruang sidang, Sambo masih diterima selayaknya anggota Polri dengan formal. Ia pun masih diberi hormat oleh para anggota polisi yang ikut dalam sidang tersebut. Sidang yang dilakukan tertutup tersebut memperlihatkan Sambo yang berada tepat di depan hakim dan jaksa seolah tegar menghadapi hukuman yang dijatuhkan kepadanya.
Air matanya tak ada yang jatuh, namun dirinya tetap bergeming menghadapi sidang yang membuatnya harus menghentikan karirnya sebagai anggota Polri dengan pangkat Bintang 2 atau berpangkat Irjen. Di dalam sidang tersebut, dihadirkan 15 saksi yang diduga ikut terlibat dan mengetahui skenario pembunuhan Brigadir J dan rata-rata merupakan petinggi Polri. Tak hanya itu, Bharada E pun turut hadir secara daring dalam sidang tersebut karena dirinya dipertimbangkan untuk menjadi justice collaborator, sehingga perlindungan terhadapnya dilakukan secara ekstra.
Yusuf pun mengungkap bahwa kehadiran saksi tersebut membuat polisi menerima laporan dan kesaksian baru, sehingga diharapkan kasus ini dapat cepat selesai dan diputuskan siapa saja yang akan menjadi tersangka.
Baca Juga: ISESS: Jika Polri Terapkan Asas Persamaan Hukum, Mestinya Ferdy Sambo Ditampilkan Pakai Baju Tahanan
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
ISESS: Jika Polri Terapkan Asas Persamaan Hukum, Mestinya Ferdy Sambo Ditampilkan Pakai Baju Tahanan
-
Kejagung Siap Beberkan Perkembangan Berkas Perkara Ferdy Sambo Senin Siang Nanti
-
Heboh Wajah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Tanpa Make Up, Netizen: Semua Akan Glowing Saat Punya Uang
-
Kata Kompolnas yang Ikuti Sidang Etik Ferdy Sambo; Tegang! Hakim Sempat Bentak Saksi: Bicara yang Jelas, Jangan Berbelit
-
Soal Banding Ferdy Sambo Usai Dipecat dalam Sidang Etik Polisi, Kapolri: Kita Lihat Saja Nanti
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
Sekjen PBB Kecam Kematian Prajurit TNI di Lebanon: Serangan Ancam Keselamatan Pasukan Perdamaian
-
AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan
-
Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru
-
PM Spanyol Peringatkan Potensi Krisis Pangan Akibat Konflik di Timur Tengah
-
Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis
-
Kemlu RI Konfirmasi 1 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, 3 Lainnya Terluka Kena Serangan Artileri
-
DKI Siap Terapkan WFH 1 Hari per Pekan, Pramono: Tapi Bukan Hari Rabu
-
Skema One Way Berakhir, Ruas Tol Cipali Kembali Beroperasi Normal
-
Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan
-
Iran Ledakan Pesawat Mata-Mata Milik AS E-3 AWACS di Pangkalan Al Kharj