Kondisi kejiwaan Ferdy Sambo yang terguncang juga disaksikan oleh Bripka RR, di mana sang ajudan mengamati kemarahan Ferdy Sambo. Ia melihat Ferdy Sambo yang mendadak berubah tidak seperti biasanya, menangis dan terguncang.
Dalam pengaruh emosi, Ferdy Sambo memerintahkan Bripka RR menembak mati Brigadir J. Bripka RR pun menolak karena tak sanggup dan disuruh memanggil Bharada E.
Sementara itu mengenai kondisi kejiwaan Putri Candrawathi sempat disinggung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebulan yang lalu. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan medis berupa tes psikiatri dan psikologis pada Selasa (9/8/2022)
Wakil Ketua LPSK Susilaningtias menjelaskan bahwa dalam hasil itu, Putri Candrawathi mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).
PTSD adalah gangguan kejiwaan yang berupa stress karena suatu peristiwa dan menyebabkan trauma mendalam. Meski demikian, Susi tidak menemukan bukti trauma akibat pelecehan seksual.
Atas gangguan kejiwaan tersebut LPSK tidak dapat memberikan perlindungan karena permohonannya tidak sesuai laporan dari Putri Candrawathi.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Nestapa Bripka RR, Ikut Skenario Sambo Demi Sekolah Perwira, Malah Terancam Mati
-
Gaya dan Posisi Istri Ferdy Sambo Saat Diperdaya Brigadir J, Pasrah dan Terdengar Mendesah hingga Dilihat Susi
-
Analisa Gayus Lumbuun Nilai Ferdy Sambo Bisa Lolos Jeratan Pembunuhan, Jika Skenario Ini Terbukti saat Sidang
-
Komnas HAM Sebut Kekuasaan Ferdy Sambo Melebihi Abuse of Power
-
Jadi Sorotan, Anak Ferdy Sambo Punya Ajudan Berpangkat Bripka sampai Dijamin Menteri PPPA
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara