Nama politikus Jhoni Allen Marbun saat ini menjadi perbincangan hangat setelah Presiden Republik Indonesia menandatangani surat pemberhentiannya sebagai anggota DPR.
Diketahui, Presiden Jokowi menandatangani pemberhentian Anggota DPR dari Fraksi Demokrat tersebut. Surat pemberhentian Jhoni Allen Marbun diajukan oleh DPP Demokrat dan sudah diterima oleh Ketua DPR.
Adanya pemberhentian terhadap Jhoni Allen Marbun ini diketahui karena partai Demokrat menduga bahwa Jhoni Allen Marbun memiliki keterlibatan dalam gerakan kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.
Diketahui, gerakan orang-orang dari partai Demokrat tersebut melakukan kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang.
Sebagai informasi, pengurus DPP Demokrat menggugat sebanyak 12 anggota kongres luar biasa (KLB) terkait dengan perbuatan melawan hukum. Jhoni Allen Marbun merupakan salah satu dari ke 12 anggota KLB tersebut.
Lantas, seperti apa karier politik dari Jhoni Allen Marbun tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Diketahui, sebelum terjun ke dunia politik, Jhoni sudah akrab dengan dunia organisasi kemahasiswaan.
Jhoni juga kerap menduduki posisi penting, seperti ketua organisasi Gerakan Mahasiswa (Gema) Kosgoro dan menjadi wakil ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.
Tidak hanya itu, Jhoni juga sempat menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bogor, dan menjadi Ketua Gabungan Mahasiswa Sumatera Utara di Bogor, Jawa Barat.
Bergabung dengan Partai Demokrat
Sejak saat itu, Jhoni mulai tertarik dengan dunia Politik. Ia pun bergabung dengan partai Demokrat yang saat ini masih tergolong partai baru.
Selama bergabung di Partai Demokrat, Jhoni memiliki karier yang cukup cemerlang.
Di tahun 2004 silam, Jhoni melenggangkan kaki ke Senayang setelah berhasil meraih suara dari daerah pemilihan Sumatera Utara II.
Sejak saat itu, karir politik Jhoni mulai terlihat. Di tahun 2005, Jhoni masuk ke dalam jajaran pengurus DPP Partai Demokrat. Tak tanggung-tanggung, Jhoni sudah menduduki jabatan sebagai Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK).
Melihat kinerja Jhoni yang baik, Jhoni pun diangkat menjadi Wakil Ketua Umum I Partai Demokrat periode 1010-2015.
Kemudian, Jhoni dipilih menjadi anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat untuk periode 2015-2020. Namun, sejak saat itu, hubungan dan karir politik Jhoni dengan partai Demokrat mulai retak.
Jhoni dipecat atau diberhentikan sebagai kader Partai Demokrat karena berupaya menggelar KLB di Deli Serdang.
Akibat dari hal tersebut, Jhoni melalui kuasa hukumnya menuntut Ketua Umum Partai Demokrat untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 55,8 miliar, dimana salah satunya untuk menebus gaji Jhoni sebagai anggota DPR RI.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Sindiran AHY di Rapimnas Partai Demokrat Terkait Pemerintah Bagikan BLT BBM ke Masyarakat: Dulu BLT Kita Dihina
-
Utang Negara Pemerintahan Jokowi Tembus Rp7.100 Triliun, AHY: Kasihan Pemerintah Selanjutnya
-
Singgung Wacana Presiden Tiga Periode, AHY: Tidak Demokratis dan Inkonstitusional
-
Sindir Pemerintah Jokowi Hanya Seremoni Gunting Pita Proyek Infrastruktur Era SBY, AHY: Itu Namanya Claiming
-
Menohok! AHY Sindir Pemerintahan Jokowi Soal Kebijakan BLT BBM: Dulu Dihina-hina Hamburkan Uang, Sekarang?
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi