Suara.com - Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan yang tahun ini dirayakan besok 21 September 2022 selalu dikaitkan dengan malapetaka. Umat Islam kemudian dianjurkan melakukan sholat tolak bala agar terhindar dari berbagai penderitaan.
Namun tahukah anda bagaimana anjuran sholat tolak bala itu bisa muncul ketika Rebo Wekasan? Lalu seperti apa pula tata cara dan niat sholat tolak bala?
Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir dalam bulan Safar. Namun dalam tradisi masyarakat tanah air, Rebo Wekasan kemudian identik dengan slametan yang tujuannya untuk menolak bala.
Memang tidak salah jika tradisi itu dilakukan dengan niat meminta perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai bentuk marabahay. Namun nyatanya, tidak ada hadist ataupun ayat Alquran yang berhubungan dengan Rebo Wekasan atau pun hari Rabu terakhir bulan Safar.
Setelah ditelusuri, narasi tentang banyaknya penyakit dan bencana yang terjadi saat Rebo Wekasan itu salah satunya berasal dari ulama ahli Kasyf. Diriwayatkan dalam buku Kanzun Najah Was-Suraar fi Fadail al-Azmina Wasy-Syuhaar, Imam Abdul Hmiid Quds, Mufti, dan Imam Masjidil Haram Makkah mengatakan:
“Banyak Awliya Allah yang mempunyai pengetahuan spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.”
Kemudian dari sana, para ulama memerintahkan umatnya untuk melakukan amalan-amalan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Diantaranya sholat tolak bala.
Penting untuk diketahui bahwa jika niatnya adalah sholat Rebo Wekasan secara khusus, maka hukumnya dilarang karena tidak sesuai Syariat Islam. Namun jika niatnya adalah sholat sunnah mutlaq atau sholat hajat, maka hukumnya boleh dikerjakan.
- Sholat sunnah mutlaq adalah sholat yang tidak dibatasi waktu, tidak dibatasi sebab, dan bilangannya tidak terbatas.
- Sholat hajat adalah sholat yang dilaksanakan saat memiliki keinginan atau hajat tertentu, termasuk hajat li daf'il makhuf (menolak hal-hal yang dikhawatirkan).
Sebab dalam hadist Nabi Muhammad SAW telah jelas menyebutkan bahwa bulan Safar bukanlah bulan sial.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Hajat saat Rebo Wekasan, Niatnya Hanya untuk Allah SWT
“Tidak ada wabah, tidak pula tanda kesialan, tidak (pula) burung (tanda kesialan), dan juga tidak ada (kesialan) pada bulan Safar. Menghindarlah dari penyakit judzam sebagaimana engkau menghindar dari singa.” (HR al-Bukhari) (Badruddin ‘Aini, ‘Umdâtul Qâri Syarhu Shahîhil Bukhâri, [Beirut, Dârul Kutub: 2006], juz IX, halaman 409).
Kemudian Ibnu Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) juga telah menegaskan:
“Adapun mengkhususkan kesialan dengan suatu zaman tertentu bukan zaman yang lain, seperti (mengkhususkan) bulan Safar atau bulan lainnya, maka hal ini tidak benar.”
Maka dari itu sholat tolak bala juga disebut dengan shalat sunnah lidaf’il bala.
Niat Sholat Tolak Bala
Usholli sunnatal lidaf’il balaa rokatainii lillaahi ta’ala
Berita Terkait
-
Tata Cara Sholat Hajat saat Rebo Wekasan, Niatnya Hanya untuk Allah SWT
-
Tradisi Rebo Wekasan di Berbagai Daerah, Dipercaya Sudah Ada Sejak Zaman Wali
-
Mitos Rabu Wekasan Sebagai Hari Paling Sial, Padahal dalam Islam Tidak Ada Malapetaka di Bulan Safar
-
Doa Tolak Bala Menurut Islam, Dibaca saat Rebo Wekasan, Jauhkan Bala dan Penyakit
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas