Suara.com - Kuasa Hukum Bripka Ricky Rizal atau RR, Zena Dinda Defega mengaku kliennya sampai saat ini belum membutuhkan upaya perlindungan berupa justice collaborator (JC) untuk diajukan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Alasan Zena, lantaran kliennya hingga kini masih dalam situasi aman dan belum ada tanda-tanda ancaman apapun.
"Karena belum ada ancaman dan tekanan dari pihak manapun dan kedua, kesaksian yang signifikan juga sudah dibuka, sudah tertera di berita acara pemeriksaan (BAP)," kata Zena kepada Suara.com, Rabu (21/9/2022).
Ia menjelaskan keterangan yang signifikan yang disampaikan Bripka RR, salah satunya pengakuan yang tidak melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J.
"Bripka RR sama sekali tidak melihat Ferdy Sambo nembak ke Yosua (Brigadir J),"ungkapnya
Di samping itu, kata Zena, salah satu pertimbangan belum diajukan JC Bripka RR, tim kuasa masih memantau perkembangan proses persidangan.
"Karena masih melihat perkembangan proses persidangan. Ini saja-kan belum P21 nih. Kemarin baru pemeriksaan tambahan lagi. Petunjuk dari jaksa ada pemeriksaan tambahan lagi untuk Bripka RR," jelas Zena.
Terpisah, Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi saat dihubungi Suara.com mengatakan, jika nantinya Bripka RR mengajukan justice collaborator lembaganya siap memprosesnya.
Diberitaka sebelumnya, dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo, Bripka RR mengaku tidak melihat atasannya menembak.
Baca Juga: Bjorka Hanya Pengalihan Isu Ferdy Sambo? Ini Kata Pengamat
"Sampai saat ini keterangan klien kami Bripka RR masih sama bahwa klien kami tidak melihat, tidak menjadi saksi bahwa bapak FS itu menembak melakukan penembakan terhadap Brigadir J," tutur Zena dalam diskusi daring CrossCheck, Minggu (18/9/2022) lalu.
Zena berdasarkan keterangan RR mengatakan, kejadian penembakan terjadi begitu cepat. RR mengaku hanya melihat Bharada E menembak, setelahnya RR melipir ke dapur lantaran mendengar panggilan di HT atau walkie talkie dari ajudan Ferdy Sambo lainnya, Romer.
Romer menanyakan ada apa kepada Ricky. Diduga pertanyaan itu muncul lantaran terdengar suara tembakan dari dalam rumah.
"Sehingga membuat Bripka RR melipir dulu ke dapur seperti mau nyamperin lah ke ajudan Romer itu, ajudan Romernya masuk melewati dapur. Saat ia keluar dari dapur ternyata tidak ketemu dengan ajudan Romer sehingga ia kembali ke tempat semula," tutur Zena.
Setibanya di lokasi kejadian, RR hanya melihat Ferdy Sambo yang tengah menembakkan senjata ke arah dinding dan tangga
"Nah disitulah Bripka RR hanya melihat Bapak FS itu menembak-nembakan ke dinding, ke tangga. Jadi tidak menjadi saksi untuk melihat Bapak FS menembakan ke Brigadir J," kata Zena.
Berita Terkait
-
Pengakuan Bripka RR: Kalau Saya Tahu Brigadir J akan Dibunuh, Saya akan Suruh Dia Pergi
-
Iptu Januar Arifin Disanksi Pembinaan Mental Terkait Kasus Brigadir J, Apa Perannya?
-
Perlawanan Ferdy Sambo Setelah Resmi Dipecat, Pikir-pikir Ajukan Upaya Hukum usai Bandingnya Ditolak
-
Kapolri Diminta Waspada Serangan Balik Ferdy Sambo Diluar Proses Hukum
-
Lantang Kritik Kasus Ferdy Sambo, Susno Duadji Ngaku Kerap Diteror Tapi Tidak Takut: Kasus Ini Very Simpel
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Akankah Rocky Gerung Hadir? Polda Metro Tunggu Kedatangannya Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Jaga Marwah Non-Blok, Connie Ingatkan Presiden Tak Sembarang Bayar Iuran Dewan Perdamaian
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?