News / Nasional
Rabu, 28 September 2022 | 14:26 WIB
Pendeta Gilbert Lumoindong. [YouTube/Denise Chariesta]

Kontroversi Pendeta Gilbert

1. Memandang wajar rendang babi

Kuliner rendang babi sempat membuat hebih publik beberapa waktu lalu. Keberadaan rendang babi ini dinilai menghina masyarakat Sumatera Barat, karena memang rendang adalah makanan khas dari sana.   

Melalui salah satu video yang diunggah dalam kanal YouTubenya, ia menyatakan rendang babi merupakan sebuah modifikasi kuliner yang biasa saja.

"Orang Sumbar yang terhormat, jadi kita nggak bisa bilang rendang ini harus dimasaknya begini," kata Pendeta Gilbert dalam videonya dikutip Hops.id--jaringan Suara.com, Sabtu (11/6/2022).

"Orang mau bikin rendang tempe, orang yang punya rendang siapa, jangan diklaim satu provinsi, satu kelompok agama saja. Bumbu masak nggak ada agamanya, jadi lucu bener rasanya bangsa ini," lanjutnya.

2. Dikecam ketika singgung soal istilah pribumi

Pada Oktober 2017 lalu, Pendeta Gilbert mengunggah sebuah foto di akun Twitternya @PastorGilbertL. Foto tersebut merupakan kolase dari foto orang-orang memakai baju adat Indonesia, foto sekelompok perempuan mengenakan jubah dan jilbab berwarna hitam dan terakhir sekelompok perempuan yang merupakan bagian dari massa aksi 212 yang membawa poster bertuliskan pribumi.

Manakah yang ASLI pribumi?? Masihkah kita mau persoalkan kata 'pribumi'?” tulis Pendeta Gilbert menyertai unggahannya itu.

Baca Juga: Kapan Istri Ferdy Sambo Ditahan? Ini Kata Polri

Meski ditulis dengan caption yang bernada sejuk, namun oleh sekelompok orang unggahan tersebut ditafsirkan seakan-akan menyudutkan agama tertentu, yakni Islam.

Setelah ditelusuri, ternyata foto yang sama sebelumnya juga pernah dunggah oleh pegiat media sosial Denny Siregar dengan narasi memojokkan kelompok Islam tertentu.

Akibat unggahan tersebut, warganet ramai-tamai menghujat Pendeta Gilbert.

3. Diprotes umat Kristen karena puji Anies Baswedan

Pada 7 Mei 2022 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merayakan ulang tahunnya yang ke-53. Ketika itu, Pendeta Gilbert turut mengucapkan selamat pada Anies.

Tak hanya sekadar mengucapkan selamat, Pendeta Gilbert juga mendoakan dan memuji Anies Baswedan dengan menyebut Anies sebagai berkah besar bagi Kota Jakarta.

Ucapan selamat dan doa Pendeta Gilbert tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh channel YouTube INDOPOSNEWS TV.

Lantas saja doa dan ucapan pendeta Gilbert tersebut diprotes dari sebagian kalangan umat Kristiani. Salah satunya diutarakan oleh seorang umat Kristen yang bernama Piyong.

”Siapa yang setuju kalau Anies ini menjadi berkat untuk Kota Jakarta dan Indonesia? Apakah Jakarta sudah bebas dari banjir, macet, sampah? Apakah di Jakarta sudah tidak ada lagi diskriminasi terhadap agama, terhadap tempat ibadah, terhadap izin pembangunan tempat ibadah?” katanya.

4. Kritik Rara pawang hujan di Sirkuit Mandalika

Aksi Rara Istiati Wulandari atau Rara pawang hujan mengendalikan cuaca di MotoGP Mandalika pada Maret 2022 lalu turut jadi perhatian Pendeta Gilbert.

Pendeta kondang tersebut menyatakan kecewa pada pemerintah karena mendatangkan pawang hujan dalam ajang internasional tersebut.

Ia juga menyebut aksi rara pawang hujan tersebut merupakan kuasa gelap dari setan.

"Ini bukan soal agama Kristen, ini soal setan dan kuasa-kuasa kegelapan mau dibawa kemana bangsa ini jika kuasa-kuasa kegelapan dukun yang sekarang berganti nama menjadi paranormal dan kemudian berganti nama lagi menjadi penasehat spiritual, hanya istilahnya pak yang diganti,” ucap Gilbert dalam video TikTok @Bintangbumiindonesia_bbi pada Minggu (28/3/2022)

5. Membuat orang tua Brigadir J marah

Aksi kontroversial Pendeta Gilbert lainnya adalah ketika ia membuat sebuah pernyataan yang melukai perasaan keluarga Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Melalui channel YouTubenya pada 20 September 2022 lalu, Pendeta Gilbert membuat pernyataan yang seakan-akan membenarkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J pada Putri Candrawathi.

"Ini merupakan aib yang menakutkan kalau seorang istri jenderal bintang dua diperkosa oleh ajudannya," kata Gilbert Lumoindong.

Tak hanya itu, Pendeta Gilbert juga mengatakan, dugaan pelecehan seksual tersebut kemungkinan besar memang terjadi.

"Bicara tentang perkosaan jangan pernah bicara gak mungkin. Bahkan ketik di Google anak perkosa ibu kandung, bapak perkosa anak kandung saja ada. Jadi gak ada istilah gak mungkin," tambahnya.

Pernyataan itu lantas membuat berang ayah Brigadir J, yakni Samuel Hutabarat. Begitu mengetahui pernyataan itu, Samuel langsung menghubungi Pendeta Gilbert untuk menyatakan keberatannya.

"Saya bantah waktu itu, saya bilang sama dia Pendeta Gilbert yang terhormat setahu saya seumur saya baru dengar seorang pendeta memfitnah orang yang sudah meninggal," ucap Samuel.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More