Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi bulan-bulanan warganet setelah videonya membagikan kaos beredar viral di media sosial. Sebab Puan terlihat tak bersahabat kala berada di antara kerumunan warga tersebut hingga tampak melempar kaosnya kepada warga.
Ekspresinya banyak dikritik karena dianggap tidak merakyat, padahal Puan digadang-gadang akan mencalonkan diri di Pemilu 2024.
Kontroversi ekspresi Puan ini pun akhirnya dikomentari oleh DPP PDI Perjuangan. Alih-alih bersikap tidak merakyat, Puan ternyata sedang terkejut karena adanya kesalahan teknis ketika di lapangan.
Hal ini seperti disampaikan oleh Ketua DPP DPIP Said Abdullah. Bahkan menurut Said, selama ini Puan begitu humble dan senang turun langsung menemui rakyat sehingga tudingan publik selama ini kurang tepat.
Seperti dilihat Suara.com di akun Instagram @sisiterangofficial, Said menjelaskan jika Puan membawa dua lapis pengamanan saat turun menemui masyarakat.
Menurut protokol, pengaman di ring 1 tidak bertugas membawakan kaos dan hanya fokus di bidang penjagaan. Namun nyatanya ada petugas pengamanan di ring 1 yang malah sibuk membawa kaos.
"Mbak Puan itu setiap turun ke bawah, biasanya ada yang mengiringi Mbak Puan. Kemudian ada ring 2 juga," jelas Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2022).
"Nah di ring 1 itu biasanya hanya ngamanin Mbak Puan, tapi tidak pegang kaos. Yang megang kaos biasanya kami-kami ini," sambungnya.
Namun situasi di daerah Jawa Barat tersebut ternyata berbeda dari yang direncanakan. Pasalnya pengawal pribadi (walpri) Puan justru ikut memegang kaos yang akan dibagikan alih-alih fokus pada penjagaan.
Baca Juga: Sebut Puan Pasang Muka Cemberut Karena Lelah, Politisi PDIP: Pak Jokowi Juga Lempar Kaos
Hal inilah yang membuat Puan terkejut. Ia mengkonfrontasi walprinya yang malah sibuk memegang kaos.
"Mbak Puan kaget," terang Said. "Walpri kan enggak boleh bagi-bagi kaos. Ya dong. Kamu kenapa? Mbak Puan kaget gitu loh."
Kejadian itulah yang kemudian membuat ekspresi Puan tampak tak bersahabat dan menjadi viral di media sosial.
Padahal, menurut Said, Puan adalah sosok yang sangat humble dan suka turun menemui masyarakat secara langsung di lapangan. Politikus wanita itu hanya terkejut dengan tindakan walprinya dan bukannya merasa kesal karena dikerubungi banyak masyarakat.
"Kalau Mbak Puan itu tidak humble, seakan-akan mukanya Mbak Puan tidak merakyat, kemudian untuk apa kira-kira Mbak Puan turun ke bawah?" jelas Said.
"Padahal Mbak Puan suka turun ke bawah, tentu selain tugas-tugas, beliau juga ingin tahu apa sih sesungguhnya yang diinginkan oleh masyarakat, harapan masyarakat terhadap pemerintah," sambung Said.
Berita Terkait
-
Dewan Kolonel Bela Puan Pasang Muka Cemberut: Pak Jokowi juga Lempar Kaos, Kok Giliran Mbak Puan jadi Masalah
-
Melanie Subono Soroti Postingan Puan Maharani yang Makan di Warung Pecel: Hai Rakyat Tiri Tersayang
-
'Hanya di Era Puan, Petani Bisa Maju', Momen Puan Maharani Tanam Padi Maju Padahal Mestinya Mundur
-
Patut Dipilih, Puan Maharani Disebut Pejabat Paling Sedikit Dosanya di Mata Tuhan
-
Ungkit Kutipan Lama Anies karena Gagal Benahi Transportasi, Gilbert PDIP: Kalau Sekedar Bangun Fisik, Firaun Juga Bisa
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas
-
Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat
-
'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
-
Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut
-
Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar
-
Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan
-
12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta
-
Salah Sasaran, 2 Pemuda Dikeroyok karena Disangka Begal di Baleendah
-
Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
-
Jalan Senyap ke Bantaran Rel Senen, Pengamat: Prabowo Jungkirbalikkan Konsep Blusukan