Suara.com - Sebelum tertangkap diduga menjual narkoba hasil sitaan kasus yang ditangani, Irjen Teddy Minahasa dikenal sebagai anggota Polri yang bergelimang harta.
Bagaimana tidak, Kapolda Jatim yang baru menjabat beberapa hari itu memiliki kekayaan mencapai Rp 29,97 miliar menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2021.
Rinciannya, tanah dan bangunan senilai lebih dari Rp25 miliar, kemudian alat transportasi dan mesin senilai Rp2,07 miliar, harta bergerak lainnya Rp500 juta, surat berharga Rp62,5 juta, serta kas dan setara kas Rp1,52 miliar dan tak memiliki utang.
Kendati sudah kaya raya, Teddy Minahasa tampaknya belum berpuas di mana hari ini Jumat (14/10/2022) dia ditangkap atas dugaan menjual lima kilogram (Kg) sabu.
Teddy Minahasa dikabarkan menjual barang bukti narkoba jenis sabu seberat 5 kilogram. Barang bukti itu merupakan hasil pengungkapan kasus sabu seberat 41,4 kilogram di wilayah Sumatera Barat.
Berdasar informasi yang beredar, saat menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat Teddy meminta barang bukti sabu 10 kilogram itu kepada Kapolres.
Dia lalu menjual 5 kilogram kepada seorang mami atau disebut bernama Linda dari sebuah diskotik di Jakarta.
Dengan sabu seberat lima kilogram, kira-kira berapa uang haram yang bisa diraup oleh Teddy?
Melansir dari laman resmi BNN Sumatera Selatan, Indonesia Drugs Repot 21021 menyebutkan bagwa sabu menjadi jenis narkotika termahal dibandingkan ekstasi maupun ganja.
Baca Juga: Kapolri: Hasil Tes Urine Irjen Teddy Minahasa Ditemukan Obat, Tapi Bukan Narkoba
"Harga sabu dalam peredaran gelapnya mulai dari harga terendah berkisar Rp 550.000,- sampai paling mahal seharga Rp 3.250.000,- per gram," ungkap BNN Sumsel di laman resminya.
Jika dijual dengan harga terendah maka Teddy bisa mendapatkan Rp 2,75 miliar sementara jika dijual dengan harga tertinggi maka 5 Kg sabu bisa membuat Teddy meraup Rp 15,25 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!
-
Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc
-
Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan
-
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu