Suara.com - Pengacara tersangka kasus narkoba mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, Adriel Purba mengungkap isi percakapan dalam aplikasi bertukar pesan WhatsApp antara Irjen Teddy Minahasa dengan kliennya.
Pengacara Dody menjelaskan bahwa Teddy meminta kepada Dody untuk menyisihkan beberapa kilogram barang bukti narkoba berjenis sabu yang disita oleh Polres Bukittinggi.
Tidak hanya itu, Adriel juga mengungkap isi dari pesan Teddy kepada salah satu kliennya yang bernama Linda. Linda sendiri saat ini sudah ditetapkan menjadi seorang tersangka.
Dalam pesannya dengan Linda, Teddy meminta agar Linda mencari pembeli sabu yang telah disisihkan oleh Dody.
Ketiga orang tersebut, antara lain Teddy, Dody, dan Linda memiliki jalinan pertemanan yang cukup dekat. Adriel menjelaskan bahwa sabu yang disisihkan tersebut mempunyai harga senilai Rp 300 juta.
Sebelumnya, barang tersebut sempat ditawarkan kepada seseorang. Namun, tidak terjadi kesepakatan harga, hingga akhirnya sabu tersebut disimpan di kediaman Dody.
Lantas, siapakah AKBP Dody Prawiranegara tersebut? Seperti apakah perannya dalam kasus Teddy Minahasa? Simak informasi lengkapnya yang telah Suara.com rangkum berikut ini.
Profil dan rekam jejak Doddy
AKBP Dody Prawiranegara merupakan mantan Kapolres Bukittinggi yang mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam kasus narkoba yang menyeret mantan Kapolda Sumatera Barat yaitu Irjen Teddy Minahasa.
Baca Juga: Positif Konsumsi Narkotika, Ajudan Wakapolres Rejang Lebong Inisial SPM Ditangkap
Terbaru disebutkan bahwa Dody saat ini mengajukan diri sebagai justice collaborator. Pengajuan AKBP Dody sebagai justice collaborator tersebut diungkap oleh kuasa hukumnya, yakni Adriel Viari Purba.
Pada saat ditetapkan menjadi tersangka kasus narkoba, Dody merupakan perwira menengah Polri yang menjabat sebagai Kabagada Rolog Polda Sumatera Barat. Ia diketahui merupakan lulusan Akademi Kepolisian pada tahun 2001.
Sebelum mengemban tugas sebagai Kabagada Rolog Polda Sumatera Barat, pria kelahiran 4 Juli 1977 ini diketahui pernah dua kali menjabat sebagai Kapolres. Di antaranya yaitu Kapolres Bukittinggi dan juga Kapolres Kepulauan Mentawai.
Selama menjabat sebagai Kapolres Bukittinggi itulah Dody ditetapkan menjadi tersangka peredaran narkoba.
Diketahui, Dody memulai kariernya di Korps Bhayangkara dengan menjabat sebagai Kapolsek Singosari, Jawa Timur, pada tahun 2005 silam.
Pada tahun 2006, Dody dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Kapolsek Klojen Polresta Malang, Polda Jawa Timur. Ia juga sempat ditugaskan di Polda Bali, dan menjabat sebagai Kapolsek Kuta pada tahun 2008 lalu.
Berita Terkait
-
Positif Konsumsi Narkotika, Ajudan Wakapolres Rejang Lebong Inisial SPM Ditangkap
-
Anggota Satpol PP Pesan Ganja, Minta Diantar ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan
-
Hotman Paris Cecar Sumber Kekayaan Ustadz Yusuf Mansur, Warganet: Pengemis Berkedok Sedekah
-
Waduh, Dua Polisi Ditangkap Polisi Terkait Narkoba
-
Oknum Polisi Teddy Minahasa Tersandung Kasus Narkoba
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam