Ngabila menambahkan, orang tua harus mulai waspada, jika anak mengalami penurunan jumlah urin atau bahkan tidak ada urin (anuria), badan membengkak, penurunan kesadaran, serta sesak nafas yang merupakan tanda kedaruratan.
“Kalau gejala ini muncul, segera datang ke rumah sakit terdekat, untuk diberikan pengobatan lebih lanjut dalam waktu kurang dari 12 jam,” ungkapnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta hingga 24 Oktober 2022, ada 90 kasus yang dilaporkan sejak Januari 2022. Sebaran per bulannya adalah sebagai berikut: Januari 3 kasus, Februari 0 kasus, Maret 2 kasus, April 1 kasus, Mei 3 kasus, Juni 2 kasus, Juli 4 kasus, Agustus 12 kasus, September 28 kasus, dan Oktober 34 kasus.
Karakteristik 90 kasus yang ditemukan yaitu 80% mengenai balita, 54% meninggal dunia, 64% pada laki-laki, 62% berdomisili di Jakarta (54 kasus), 14% di Banten, 22% di Jawa Barat, serta 2% berdomisili di luar Jadebotabek.
“Jangan panik, tetap waspada. Yang utama cegah sakit, baik itu penyakit menular melalui pernapasan dan pencernaan. Cegah keparahan dengan deteksi dini. Datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika sedang sakit. Ikuti anjuran pemerintah dan temukan informasi dari kanal resmi serta terpercaya untuk menghindari hoaks,” pungkas Ngabila.
Berita Terkait
-
69 Merek Obat Sirop Dicabut Izin Edarnya Oleh BPOM, Ini Daftarnya
-
Daftar Terbaru, 69 Obat Sirup Izin Edarnya Dicabut BPOM Terkait Gagal Ginjal Akut
-
Pemprov DKI OTT Pembuang Sampah Sembarangan Pakai Drone, PKS Sebut Lebih Baik CCTV Bisa Awasi 24 Jam
-
Tegaskan Cuma Hoaks, Reisa: Vaksin Covid-19 Bukan Penyebab Gagal Ginjal Akut Anak
-
Pemprov DKI Pakai Drone OTT Pembuang Sampah Sembarangan, Gerindra: Jangan Langsung Diperluas
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji