Romer mengatakan, ia takut memberikan kejujuran dalam persidangan karena sudah melihat ada yang tewas di tangan atasannya. Jaksa lantas bertanya, pada siapa Romer merasa takut?
"Takut memberikan kejujuran, takut kepada siapa? Kita kan takut pada Tuhan, kita takut mati atau kita takut apa?" tanya jaksa.
"Takut sama bapak, Pak," ujar Romer yang langsung ditanggapi oleh Jaksa, "Bapak siapa?" dan Romer menjawab "Pak Sambo."
Jawabannya mencerminkan betapa berat tekanan yang ia terima dalam proses pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J.
Analisa Tulisan Tangan Sambo
Sementara itu, sifat jelek Ferdy Sambo ternyata tercermin dalam tulisan tangannya yang dibedah oleh ahli grafologi pemegang Certified Handwriting Analyst, Tessa A Sugito.
Dari tulisan tangan itu, ia mengungkap sosok Ferdy Sambo cepat mengambil keputusan, praktis dan analitis namun juga gegabah. Di satu sisi, jenderal bintang dua termuda di Mabes Polri ini juga cerdas.
Tesa juga mengatakan Sambo adalah tipe orang yang sanggup membicarakan hal kontroversial tanpa takut menyinggung lawan bicaranya.
"Berdasarkan tulisannya, penulis memiliki pola pikir yang tajam, cerdas, mudah beradaptasi. Self-esteem, kepercayaan diri, diplomasi & determinasi yang baik," katanya dikutip dari YouTube Kompas TV.
Meski demikian, Tessa dengan mudah mengungkap bahwa Sambo memiliki sifat jelek seperti ceroboh, gegabah dan kurang rapi atau tidak teliti.
Dari tulisan tangan yang sama terungkap jika Sambo juga temperamental, manipulatif dan ada kecenderungan untuk berbohong. Ia juga disebut ingin menutupi trauma dan ketakutan besar di masa lalunya.
"Adanya banyak trait manipulatif, kecenderungan untuk menutupi kebenaran dengan kebohongan," ungkap Tessa.
"Ciri-ciri kesepian atau kesendirian jika dikombinasikan dengan poin nomor 4 (manipulatif), penulis-penulis seperti ini cenderung atau berpotensi melakukan perselingkuhan," tuturnya.
Itulah penjelasan tentang perkembangan kasus pembunuhan Brigadir J yang mulai pecah kongsi. Sifat jelek Ferdy Sambo dikuliti pembantunya sendiri hingga fakta karakter Ferdy Sambo yang dibaca dari tulisan tangan.
Kontributor : Rima Suliastini
Berita Terkait
-
Ferdy Sambo Dinilai Temperamental dan Perintahnya Tak Pernah Ditolak, Kok Ricky Rizal Beda?
-
Fakta Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Pisah Rumah: Ajudan Urusi Pakaian, ART Tak Bisa Beri Alasan
-
Terkuak! Alasan Putri Candrawathi Tak Visum dan Tetap Berduaan dengan Brigadir J Pasca Dugaan Pelecehan
-
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Ternyata Sering Pisah Rumah, Seragam Kerja sampai Disiapkan Ajudan
-
Eks Anggota Polres Jaksel Sebut Irfan Widyanto Bantu Penyidik Kumpulkan Barang Bukti CCTV Pembunuhan Brigadir J
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya