Suara.com - Dokter Tifa alias Tifauzia Tyassuma mengecam kebijakan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin yang mengizinkan kapal RS Peace Ark asal China untuk memberikan pengobatan di Indonesia.
Melalui akun Twitter-nya, @DokterTifa tampak heran dengan kebijakan Menkes Budi Gunadi. Ia menyebut jika kebijakan tersebut dapat menimbulkan beberapa kemungkinan buruk bagi Indonesia.
"Ha? Kapal Rumah Sakit China tiba-tiba diizinkan beroperasi terima pasien di Indonesia?" tulis Dokter Tifa seperti dikutip Suara.com melalui cuitannya pada Sabtu (12/11/22).
"Kalau orang Indonesia diracun bagaimana? Disuntik barang haram? Diambil organnya?" imbuh Dokter Tifa.
Menurut dirinya pribadi, perizinan kapal RS asal China untuk memberikan pengobatan bagi warga merupakan kebijakan yang gila.
"Apa semua aturan tiba-tiba hilang kalau menyangkut negara China?" ujarnya.
"Gila sih ini," tuturnya.
Melalui cuitan lain yang dibuat, Dokter Tifa lantas membandingankan kebijakan Menkes Budi Gunadi dengan mantan Menkes Siti Fadilah.
Di mana saat menjabat sebagai Menkes, Siti Fadilah melarang Naval Medical Research Unit (Namru) beroperasi di Indonesia.
"Lupa kejadian 20 tahun lalu? Kapal USS Namru diberi izin di Indonesia, ternyata ambil spesimen darah penduduk yang berisikan virus-virus asli Indonesia," kata Dokter Tifa.
"Projek Namru diusir oleh Menkes Siti Fadilah. Saat ini Menkes malah mempersilakan," terusnya.
Cuitan dari Dokter Tifa ini pun langsung banjir beragam komentar dari warganet. Warganet justru heran dengan statement yang keluar dari wanita bergelar dokter ini.
Menurut warganet, Dokter Tifa hanya membaca judul berita saja sehingga mengeluarkan pernyataan yang amat disayangkan.
"Baca dulu beritanya yang lengkap bu, baru berkomentar. Sayang sekali sekolah tinggi-tinggi tapi berpikiran picik dan sempit," ujar warganet.
"Ah pasti ibu cuma baca judulnya aja. Pemahamannya nggak sampai, gimana jadi dokter?" imbuh warganet lain.
Berita Terkait
-
Sempat Condong ke Prabowo, Dokter Tifa Mantap Dukung Anies Baswedan: Saya Temenan dari Kecil
-
Dokter Tifa Kembali Bercuit, Sebut Pasangan Anies-Puan Bikin Damai Negeri, Warganet Terbelah
-
Panas Lagi! Komentari Soal IKN, Dokter Tifa Serang Jokowi: Orang Bodoh, Melakukan di Luar Kemampuan Pikiran
-
Dokter Tifa Ungkap Siap Maju Jadi Presiden: Saya Akan Menginspirasi!
-
Gelar Dokter tapi kok Sering Ngoceh Soal Politik, Dokter Tifa Ngaku 'Ditaarufi' Parpol, Partai Mana?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel