Suara.com - Kasus tewasnya sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat memantik banyak spekulasi bermunculan terkait penyebabnya. Kecurigaan ini muncul setelah polisi menyebut, empat orang yang meninggal itu disebut tanpa asupan makanan selama berhari-hari.
Fakta itu pun memicu spekulasi jika pemicu sekeluarga tewas di Kaliders itu salah satunya karena korban adalah pengikut sekte Apokaliptik. Menurut kriminolog, sekte Apokaliptik merujuk pada keyakinan seseorang atau kelompok soal akhir dunia yang sudah dekat.
Namun belakangan, ada yang menyebut kematian sekeluarga di Kalideres itu bisa jadi terkait ritual Santhara. Ritual ini disebut dilakukan selama 30-35 hari di mana seseorang tidak makan atau minum (puasa) hingga meninggal.
Penjelasan Soal Ritual Santhara
Merujuk dari beberapa sumber, ritual Santhara termasuk ritual kuno yang telah dipraktikan oleh penganut sekte Jain sejak berabad-abad lalu untuk menghadapi kematian.
Bagi penganutnya, Santhara adalah ujian spiritualitas tertinggi yakni cara untuk menundukkan semua nafsu dan mempersiapkan jalan yang dimurnikan menuju kematian.
Sementara itu Presiden Jain, Yuva Mahasabha Sachin Jain di India mengatakan, bahwa Santhara bukan tentang kematian, tapi jalan untuk mencapai Moksha yang merupakan cara untuk menghargai hidup dan mati.
Ritual ekstrem ini sebenarnya hanya bisa dilakukan atas izin dari guru spiritual dan keluarga yang bersangkutan.
Bagi para penganut sekte ini, Santhara adalah simbol penyerahan diri menuju puncak ketenangan dan ketentraman dan meninggalkan hal-hal duniawi.
Baca Juga: Fakta Kematian Keluarga di Kalideres, Pinjam Uang ke Tukang Jamu Rp 50 Juta Sampai Nunggak Listrik
Menurut mereka, Santhara harus dilakukan dengan dilandasi niat spiritual bukan untuk mengakhiri hidup dengan cepat ataupun dengan kekerasan.
Proses Ritual Santhara
Masih menyitat sejumlah sumber, ritual ini dimulai ketika orang yang melakukan ritual Santhara terlebih dahulu berpuasa seperti biasa dengan asupan makanan padat dan minuman dalam takaran yang sedikit.
Secara bertahap mereka akan mengurangi porsi makanan dan cukup dengan air minum saja sampai akhirnya berhenti minum air.
Normalnya perjalanan ritual ini berlangsung selama 30-35 hari karena pada dasarnya kematian akan menghampiri secara alami. Selama menghabiskan masa-masa sulit tersebut mereka akan didengarkan dengan tulisan suci, meditasi dan introspeksi diri hingga benar-benar mati kelaparan.
Dikaitkan Dengan Kasus Burari Death
Berita Terkait
-
Fakta Kematian Keluarga di Kalideres, Pinjam Uang ke Tukang Jamu Rp 50 Juta Sampai Nunggak Listrik
-
Muncul Dugaan Dijalani Sekeluarga di Kalideres, Apa Itu Ritual Santhara?
-
Petunjuk-petunjuk Seputar Keluarga Tewas di Kalideres, Mulai Terungkap?
-
Misteri Sekeluarga Tewas di Kalideres Mulai Terkuak, Penyelidikan Libatkan Berbagai Ahli
-
Ada Apa Puslabfor Cek Suhu Rumah Sekeluarga Tewas di Kalideres?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis