Dalam obrolannya dengan petugas, Indra mengaku sempat mengungkit soal nominal uang yang disebut untuk biaya pelaporan. Petugas itu mengatakan jika tidak ada pungutan biaya saat warga membuat laporan ke polsek itu.
“Kalau yang versi malam diminta bayar Rp2,5 juta, pas siang kata bapak polisi itu, gak bayar. Disitu saya ngerasa bingung. Bingungnya, yang bilang bayar itu polisi atau bukan,” ungkap Indra.
Polemik soal masalah Indra tidak sampai di situ. Indra ternyata harus melampirkan bukti kepemilikan secara fisik. Tidak bisa jika hanya berupa foto.
“Polisi bilang, kalau mau masukin laporan bukan foto tapi kardusnya langsung, terus kalau lagi proses saya gak bisa ke mana-mana. Sedangkan kerjaan saya ada di Sambas (Kalbar). Saya jadi bingung,” jelasnya.
Tidak hanya itu, petugas juga meminta Indra untuk mengadirkan saksi sebelum dan saat pencurian dan pengeroyokan itu terjadi. Namun saat itu Indra yang seorang diri, menyebut hal itu merupakan hal yang mustahil lantaran ia saja repot melindungi diri saat pengeroyokan.
"Dia bilang kardus HP-nya harus nyampe Jakarta dulu, baru bisa dibantu. Saat proses saya diminta saksi sebelum, saat dan sesudah kejadian. Gimana saya mau ada saksi, sayanya dikeroyokin,” ungkapnya.
Reaksi Kapolsek
Terpisah, Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono mengklaim pihaknya sama sekali belum menerima laporan dari Indra. Namun, dia mengklaim telah memerintah anak buahnya untuk mengusut kasus tersebut tanpa menunggu korban membuat laporan.
"Korban belum buat laporan, tapi Kanit Reskrim lagi menelusuri peristiwa itu. Nanti perkembangan kita kasih,” kata Jupriono, saat dihubungi Suara.com, Rabu.
Baca Juga: Satu Petugas Operator Tewas Tertembak dan Dua Unit Mobil Polisi Dibakar OPM di Kabupaten Yapen
Jupriono juga membantah jika ada anggotanya yang meminta biaya kepada korban terkait pembuatan laporan.
"Gak ada, bohong banget itu. Fitnah nanti kalau gak bener malah berbalik. Suruh ketemu saya, kalo ada biar saya angkut anggota itu,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Satu Petugas Operator Tewas Tertembak dan Dua Unit Mobil Polisi Dibakar OPM di Kabupaten Yapen
-
Dor! Dor! Dor! Tegangnya Situasi Rombongan Polisi Dihujani Tembakan di Papua
-
Warga Kalbar Niat Healing Malah Pening, Indra Dikeroyok Anak Jalanan di Pasar Rebo, Ponsel Diembat
-
Soal Polisi Mengabdi ke Mafia, Kompolnas Minta Kamaruddin Simanjuntak Sediakan Data
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Misteri Buku Catatan Sony Sonjaya, Tersangka Korupsi MBG yang Bungkam Saat Tiba di Kejagung
-
Presiden Prabowo Diminta Copot Budiman Sudjatmiko
-
Kata-kata China soal Perdamaian AS - Iran: Kini Fokus ke Masalah Selat Hormuz
-
Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu
-
Polisi Amankan 69 Orang di Eks Hotel Sultan, Sebut Massa yang Dimobilisasi
-
Negara Tegaskan Hak atas Lahan Eks Hotel Sultan: Kami Punya Akta yang Asli
-
HW Group Menang Gugatan Hak Cipta, Tuntutan Rp 4,9 Miliar Ari Bias Ditolak Pengadilan
-
Kemensos Salurkan Bantuan Isian Rumah hingga Jaminan Hidup bagi Korban Bencana di Sumatra
-
Aparat Jebol Pertahanan Massa Hotel Sultan, Provokator Diamankan dan Tamu Dievakuasi
-
Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai