Suara.com - Belum lama ini eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi sorotan akibat diduga menyentil pemerintah. Sebab Anies menyinggung perihal pemerintah yang kerap mematikan kritik publik.
Anies menyebut adu argumentasi pejabat dalam mempertahankan kebijakannya dengan publik secara umum sebenarnya baik untuk pembelajaran bersama.
"(Tapi) kita kadang-kadang kalau di pemerintahan tuh, 'Matiin kritiknya'. Tolong dong ditelepon jangan kritik lagi. Sebentar, itu sesungguhnya public education," jelas Anies.
Pernyataan ini menimbulkan pro dan kontra, hingga Juru Bicara Muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dira Martamin yang sempat menyinggung Anies sebagai sosok yang merasa paling hebat.
Ferdinand pun ikut mengomentari hal ini. Dilihat di akun Twitter-nya, Ferdinand bahkan dengan keras menyebut Anies seolah sedang melumuri wajahnya dengan sampah.
"Bahwa sesungguhnya Anies sedang melumuri mukanya dengan sampah ketika bicara seperti ini," cuit Ferdinand, dikutip pada Selasa (20/12/2022).
Ferdinand menilai kritikan itu tidak sejalan dengan hal yang dilakukan Anies dan kelompok pendukungnya selama ini, seperti mengkritik pemerintah dengan cukup kebablasan.
"Fakta yang sahih bahwa Anies pun mengkritik dengan bebas. Dan para pendukungnya mengkritik pemerintah dengan bebas bahkan mencaci maki," tulisnya.
"Nies, kamu sehat?" pungkasnya, bahkan tanpa sungkan menyematkan akun Twitter Bakal Calon Presiden 2024 dari Partai NasDem tersebut.
Sebelumnya Anies memang sempat membuat geger dengan pernyataannya mengenai sistem kritik di Indonesia. Dilihat di kanal YouTube R66 Newlitics, Anies mengaku tidak masalah bila kebijakan dan sikapnya selama di gelanggang politik menimbulkan pro dan kontra.
"Tidak ada dalam sejarah yang di dalam gelanggang politik itu 100 persen sependapat. Jadi pasti ada yang tidak sependapat, ada yang tidak sependapat sekali. Itu adalah perjalanan sejarah ratusan tahun," jelas Anies.
Karena itulah Anies mendorong agar opini kontra tidak dibatasi karena merupakan bagian dari kebebasan berpendapat.
"Selama faktual, selama tidak menyebarkan kebohongan, tidak menyebarkan kebencian, gitu lah kira-kira. Tapi itu adalah normal," bebernya. "Jadi kalau ada yang sebagian yang merasa tidak setuju, nggak apa-apa, toh ada yang setuju juga."
Berita Terkait
-
Apakah Anies Baswedan Curi Start Kampanye? Pengamat Ini Punya Pandangan Berbeda
-
CEK FAKTA: Ganjar-Puan Gigit Jari, PDIP Terang-terangan Restui dan Dukung Anies Baswedan Sebagai Capres, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Skandal Pembebasan Rizieq Shibab oleh Anies Baswedan Berasal dari Dana Banjir, Benarkah?
-
'Si Paling Benar', Anies Dibilang Kena Sindrom Thanos, Diskakmat Balik Relawan
-
Ruhut Sitompul Koar-koar Anies Baswedan Bakal Gagal Total Jadi Capres 2024: Jauh Kali Ngawurnya!
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Review 3 Pilihan Lip Serum yang Bagus untuk Memerahkan Bibir, Harga Rp20 Ribuan
-
Purbaya Bantah Rumor BI Masuk Kabinet di Bawah Naungan Kemenkeu
-
Senyum Puas Pelatih Asal Korsel Lihat Timnas Indonesia Dipecundangi Vietnam
-
Selamat Datang di Era Attention Economy: Ketika Kebenaran Kalah Penting dari Sensasi Viral
-
El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla
-
Sabet 15 Medali di Malaysia, MMA Indonesia Makin Siap Tempur di Asian Games 2026
-
Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka
-
Mazda CX-30 Jadi Mobil Pertama Rakitan Dalam Negeri yang Debut di GIIAS 2026
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
-
Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu