Suara.com - PDI Perjuangan sejauh ini selalu menjadi partai yang paling unggul soal elektabilitas di berbagai hasil survei. Hal itu pun dinilai wajar oleh pengamat politik dari Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran, Idil Akbar.
Menurutnya, PDIP merupakan partai yang memiliki kelembagaan terkuat dibandingkan partai politik lain. Karena itu, tidak heran jika partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu selalu bertengger di posisi puncak dalam sejumlah survei elektabilitas.
"Bagi saya, logis sebetulnya ketika mereka (PDIP) mendapatkan elektabilitas yang lebih tinggi dibandingkan yang lain," ucap Idil di Jakarta, Selasa (3/1/2023).
Sebagai contoh bisa dilihat dari hasil survei Charta Politika pada 8 hingga 16 Desember 2022. Dalam survei itu, elektabilitas partai berlambang banteng tersebut mencapai 23,5 persen. Angka itu jauh melampaui Gerindra di posisi kedua yang meraup 13,7 persen, dan Golkar di posisi ketiga sebesar 9 persen.
Menurut Idil, pencapaian itu tak lepas dari kerja keras para kader PDIP di bawah komando Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum. Ia pun menyebut harapan besar masyarakat pada PDIP jelang Pemilu 2024
Idil mengatakan, masyarakat memiliki harapan besar terhadap konsistensi PDIP dari sisi ideologi, tujuan partai, cita-cita berbangsa dan bernegara, serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
Apalagi, PDIP telah menjadi partai dengan kelembagaan parpol kuat karena mereka bisa mendirikan Sekolah Partai hingga membentuk bidang kebudayaan.
"Jadi, saya pikir memang apa yang dicapai PDIP saat ini adalah buah pencapaian dari kerja keras yang dilakukan PDIP dan seluruh kader dan simpatisan di bawah komando Ibu Megawati, ya," tambahnya.
Meski demikian, Idil tetap mengingatkan bahwa upaya PDIP dalam membentuk kelembagaan yang kuat tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seluruh kader PDIP wajib bekerja keras melewati proses panjang, bahkan berdarah-darah demi membentuk kelembagaan yang kuat.
Baca Juga: Kritisi Perppu Cipta Kerja, AHY Sebut Pemerintah Acuhkan Esensi Demokrasi
"Pencapaian yang dilakukan PDIP sekarang itu bukan serta merta, bukan mendadak begitu saja. Tidak. Itu melalui proses yang berdarah-darah dan proses yang panjang," ungkap Idil.
Terakhir, Idil meyakini bahwa PDIP berpotensi menang Pemilu tiga kali beruntun, asalkan bisa skonsisten terhadap ideologi, tujuan berpartai, cita-cita berbangsa dan bernegara, serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
"Konsistensi terhadap ideologi, konsistensi terhadap tujuan partai dan juga yang paling penting konsistensi terhadap tujuan bangsa dan bernegara sebab kepentingan rakyat harus menjadi nomor satu dan harus betul-betul menjadi tujuan yang ingin dicapai parpol," pesannya.
"Saya pikir kalau konsistensi itu bisa dilihat masyarakat sebagai satu hal yang memberikan efek positif bagi masyarakat, PDIP saya pikir akan kembali menang," tandasnya.
Sementara itu, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto sebelumnya menyampaikan bahwa partainya telah melakukan institusionalisasi partai politik yang ditandai dengan pembangunan kantor pada tahun lalu.
Hasto mengungkap bahwa dalam dua tahun terakhir, PDIP telah membangun 112 kantor di provinsi, kota, dan kabupaten sebagai pusat pengorganisasian parpol berlambang banteng itu.
Berita Terkait
-
Kritisi Perppu Cipta Kerja, AHY Sebut Pemerintah Acuhkan Esensi Demokrasi
-
Tensi dengan PAN Menghangat, Amien Rais Jadi Senjata Kuat Partai Ummat
-
Cerita Panda Nababan Luhut Binsar Ngebet Gabung Kabinet Jokowi : Pan, Aku Kok Nggak Masuk
-
Apa Itu Baznas? Ini Tugas Badan yang Dananya Dipakai Ganjar Pugar Rumah Kader PDIP
-
Partai Ummat Amien Rais Dipastikan Gerus Suara PAN Buat Anies Baswedan, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik