Suara.com - Elisa Siti Mulyani (21) menjadi korban pembunuhan mantan pacarnya, Riko Arizka (23) di Pandeglang, Banten dengan menghantamkan kloset bekas. Komnas perempuan menyebut pembunuhan terhadap Elisa ini termasuk femisida.
"Kasus pembunuhan terhadap koeban LS (Elisa) tergolong femisida oleh pasangan intim, intimate partner femicide," Ungkap Komisioner Komnas Perempuan Rainy Hutabarat pada, Jumat (10/2/2023).
Lantas apa itu femisida? Ketahui jawabannya pada ulasan artikel berikut ini.
Diketahui, Elisa merupakan putri dari seorang wakil ketua umum Bidang Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) Kadin Provinsi Banten, bernama Tubagus Hadi Mulyana. Adapun motif dari pembunuhan yang dilakukan mantan kekasihnya menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Shilton, adalah lantaran masalah cinta.
Pelaku mengaku jika ia merasa sakit hati dengan korban yang sebelumnya sudah menjalin asmara dengannya cukup lama. Elisa sendiri tewas usai ia dihantam oleh mantannya menggunakan kloset bekas. Mereka sebelumnya juga sempat cekcok. Di sisi lain, apa itu femisida yang dipaparkan oleh Komnas Perempuan dalam kasus pembunuhan ini?
Apa Itu Femisida?
Melansir dari laman resmi Komnas Perempuan, femisida adalah pembunuhan yang dilakukan terhadap wanita. Pembunuhan dilakukan atas dasar dendam, rasa benci, ketimpangan kuasa, adanya penguasaan, sifat posesif kepuasan sadistik, serta merasa memiliki sehingga pelaku dapat berbuat sesuka hati.
Perbuatan ini dapat dilakukan oleh pasangan intim korban. Pasangan intim yang dimaksud dalam hal ini menurut Komnas Perempuan bisa suami, pacar, mantan suami ataupun mantan pacar.
Istilah femisida pertama kali dikenalkan oleh seorang sejarawan Inggris, John Corry, sekitar tahun 1801. Melalui bukunya yang berjudul A Satirical View of London at the Commencement of the Nineteenth Century ia menyebutkan bahwa pembunuhan terhadap wanita sebagai aksi femisida.
Dari situ, istilah tersebut kemudian banyak digunakan oleh sastrawan di beberapa negara maju pada tahun 1970-an. Salah satunya yaitu Diana E.H. Russel, ia merupakan penulis sekaligus aktivis untuk Afrika Selatan yang berhasil mempublikasikan penjelasan terkait apa itu femisida secara lengkap.
Perbuatan Femisida dinilai berbeda dari pembunuhan biasa. Hal ini disebabkan karena adanya aspek ketidaksetaraan gender, opresi, dominasi, hingga agresi. Kematian seorang wanita karena aksi tersebut tergolong patriarki dan dapat terjadi di manapun. Baik itu secara pribadi maupun kelompok.
Femisida kemudian dibagi menjadi beberapa jenis. Diantaranya yaitu, femisida intim, nonintim, femisida wanita disabilitas, femisida karena orientasi seksual, femisida dalam konflik bersenjata dan industri seks komersial, femisida budaya, femisida di sel tahanan,serta femisida terhadap aktivis kemanusiaan.
Di Indonesia sendiri, aksi femisida intim menjadi jenis yang sering terjadi. Femisida intim adalah pembunuhan terhadap wanita yang biasnya dilakukan oleh suami, mantan suami, kekasih, dan juha mantan kekasih. Femisida ini salah satunya, tengah dialami oleh Elisa yang saat ini ramai diperbincangkan masyarakat.
Meskipun banyak ditemukan kasus femisida dan jumlahnya terus meningkat, namun saat ini Indonesia belum memiliki hukum tersendiri bagi para pelaku femisida. Pihak kepolisian dan pemerintah masih menganggap hal tersebut sebagai bagian dari pembunuhan biasa. Sehingga tidak ada jerat hukum khusus bagi pelaku femisida.
Begitulah informasi terkait apa itu femisida? Sebagai seorang perempuan kita harus waspada terhadap segala kejahatan yang mengintai.
Berita Terkait
-
Motif Riko Arizki, Anak Polisi Pembunuh Sadis Eliza Siti Mulyani dengan Kloset di Pandeglang Tak Rela Diputuskan Cintanya oleh sang Pacar
-
Ferdy Sambo Harap-harap Cemas Menanti Vonis Hakim, Simak Jadwal Lengkap Sidang Vonis Kasus Pembunuhan Brigadir J
-
Pengakuan Riko Tega Bunuh Elisa: Sakit Hati, Dalih Tak Sengaja Pukul Korban Pakai Kloset
-
Aksi Mantan Pacar Bunuh Elisa dengan Kloset Masuk Femisida, Apa Itu?
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang