Suara.com - Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso resmi menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Ferdy Sambo, terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023). Vonis itu merupakan bentuk 'ultra petita' yang diterapkan hakim.
Perlu diketahui, rujukan hakim dalam memberikan vonis dalam suatu perkara adalah melalui Surat Dakwaan Jaksa, bukan surat tuntutan JPU. Oleh sebab itu, jaksa dinilai memegang peran penting dalam vonis yang diberikan hakim terhadap terdakwa.
Namun, ada sejumlah kasus di mana hakim memberikan putusan yang melebihi apa yang dituntut oleh jaksa, di mana hal ini disebut ulta petita. Sidang vonis Ferdy Sambo menjadi contoh terbaru hakim menerapkan ultra petita.
Pasalnya, Ferdy Sambo telah mendapatkan tuntutan hukuman seumur hidup dari JPU. Tuntutan JPU itu rupanya lebih ringan dari majelis hakim yang memberikan vonis hukuman lebih berat, yakni hukuman mati.
Berikut ini penjelasan seputar ultra petita yang dilakukan hakim dalam memberikan vonis suatu perkara.
Ultra petita secara harfiah berasal dari bahasa Latin ultra yang artinya melebihi, melampaui, ekstrim sekali. Sedangkan petita yang artinya permohonan. Ultra petita pada intinya adalah melebihi apa yang diminta.
Dalam pelaksanaannya, terdapat ultra petita yang dibolehkan dan tidak diperbolehkan. Putusan ultra petita yang tidak diperbolehkan yakni:
- Putusan yang dijatuhkan oleh hakim di luar pasal yang didakwakan oleh JPU.
- Putusan pidana yang dijatuhkan oleh hakim melebihi ancaman maksimum atau dibawah ancaman minimum yang dituangkan dalam pasal undang-undang hukum pidana yang digunakan oleh JPU dalam dakwaannya.
Sementara itu, putusan ultra petita yang dibolehkan adalah putusan yang dijatuhkan melebihi tuntutan JPU. Syaratnya, putusan pidana tersebut tidak melebihi batas ancaman pidana maksimum maupun di bawah ancaman minimum sesuai peraturan perundang-undangan.
Sambo divonis mati
Baca Juga: Mahfud MD soal Vonis Mati Ferdy Sambo: Hakimnya Bagus, Sesuai dengan Rasa Keadilan Publik
Ferdy Sambo divonis hukuman mati setelah dinyatakan terbukti secara sah meyakinkan bersalah telah melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Dalam sidang pembacaan vonis, hakim Wahyu juga menyatakan bahwa Sambo bersalah melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 UU No. 19/2016 tentang UU ITE juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.
"Menjatuhkan pidana terdakwa Ferdy Sambo SH. SiK MH dengan vonis pidana mati," tegas Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023).
Sebelum divonis, Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup oleh PU atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Tuntutan tersebut dibacakan pada Selasa (17/2/2023).
"Menuntut, mohon agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara atas nama terdakwa Ferdy sambo, memutuskan, menyatakan perbuatan ferdy sambo telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana bersama-sama," putus JPU.
"Agar majelis menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana seumur hidup," sambung JPU.
Berita Terkait
-
Mahfud MD soal Vonis Mati Ferdy Sambo: Hakimnya Bagus, Sesuai dengan Rasa Keadilan Publik
-
Ketok Palu, Kapan Ferdy Sambo Akan Jalani Eksekusi?
-
Sudah Ketuk Palu, Ferdy Sambo Resmi Divonis Hukuman Mati, Simak Alasannya..
-
Ferdy Sambo Divonis Mati, Pengacara Bilang Itu Asumsi Hakim Bukan Fakta Persidangan
-
Divonis Mati, Ini Kata Pengacara Ferdy Sambo
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar
-
Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami
-
WFH Bukan Long Weekend! Pemerintah Pakai Teknologi Pantau Lokasi ASN
-
KDM dan Ahmad Luthfi Ketawa Bareng di Jakarta, Netizen Kena Prank Medsos?
-
BGN Klarifikasi Konten Viral Susu 'Makan Bergizi Gratis' Dijual di Minimarket
-
Buntut Kasus Amsal, Kajari Karo Terancam Pidana! Safaruddin DPR: Abaikan Perintah Hakim
-
Dana BOS SMAN 2 Prabumulih Hampir Rp1 Miliar Dikuras Hacker, Pelaku Pesta Sabu Saat Ditangkap!
-
Dua Tahun Beroperasi, Bos Judi Online Beromzet Miliaran Rupiah Diamankan Bareskrim
-
Sebut Kajari Karo Lakukan Dua Kesalahan Fatal dalam Kasus Amsal Sitepu, Anggota DPR: Pindahin Saja!
-
Seret Inisial AA dan FA, dr. Tifa Klaim Kantongi Bukti Upaya Pembujukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi!