"Pihak Ibu Bupati @Ninagustina1708 juga akan diminta keterangan agar menjadi berimbang. Dan semoga bisa berakhir dengan ending yang baik," katanya.
Respons Bupati Nina
Mendengar pengunduran Lucky Hakim, Bupati Indramayu Nina Agustina mengaku kaget. Ia membantah ada masalah antara dirinya dengan Lucky selaku Wakil Bupati.
Nina juga mengatakan siap jika ada undangan resmi dari Gubernur Jawa Barat terkait pengunduran Lucky Hakim tersebut.
"Saat ini saya belum ada surat dari Pak Gubernur Jawa Barat, saya menunggu. Nanti kalau memang kami dipanggil, bagaimana pun kami harus taat pada pimpinan. Saya sanggupi," kata Nina kepada awak media, di Kantor Bupati Indramayu, Senin (20/2/2023).
Terkait pengajuan pengunduran diri Lucky Hakim dari posisi sebagai pasangan pejabat pemerintahannya, Nina mengatakan, hal itu merupakan hak politik Lucky. Dirinya menghargai keputusan yang telah dipilih Lucky.
"Bagaimana pun saya menghargai keputusan Pak Lucky Hakim, karena itu hak politik dan hak pribadi untuk pengunduran diri," ucap Nina.
Nina juga menyatakan, akan membangun komunikasi dengan Lucky Hakim pasca-pengajuan mengundurkan diri tersebut.
Karier Politik Lucky Hakim
Diketahui, sebelum menjabat Wabup Indramayu, kariernya tumbuh gemilang sebagai artis, bintang sinetron, iklan hingga tarik suara. Pada 2013 ia menjajal dunia politik dan disorong oleh PAN kala itu sebagai kandidat calon Wali Kota Bekasi 2013-2018 berpasangan dengan Dadang Mulyadi, sayang pasangan ini gagal.
Di 2014, pria kelahiran Cilacap itu maju sebagai calon anggota DPR RI dari PAN dan sukses duduk meraih kursi Senayan. Hingga kemudian pada 2021 ia berpasangan dengan Nina Agustina maju sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu dan terpilih.
Apa Kata Pengamat?
Fenomena artis menjadi politisi memang tengah ramai di kancah politik Indonesia. Tak hanya Lucky Hakim, sejumlah artis bahkan sukses meraih karier politik di beberapa daerah. Di antaranya ada Hengky Kurniawan yang kini menjabat Bupati Bandung Barat dan Sahrul Gunawan yang menjabat Wakil Bupati Bandung.
Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran Prof Muradi menilai pamor yang dimiliki artis tak dipungkiri menjadi salah satu daya pikat untuk meraup suara, dan itu menurutnya sah-sah saja.
"Ya kalau itu doang (digaet untuk meraup suara) enggak apa-apa tapi dia harus meresapi nilai-nilai, bisa memperkuat basis massa dan sebagainya," kata Prof Muradi saat dihubungi Suara.com pada Selasa (21/2/2023).
Namun Muradi menilai ada dua kekurangan dari seorang artis yang menjadi kepala daerah. Yakni daya tahan dan juga ideologi. Padahal keduanya menurutnya sangat penting bagi politikus.
Berita Terkait
-
Lucky Hakim Mencak-mencak Mundur Jadi Wabup Disebut Cari Sensasi: Saya Mempunyai Waktu Untuk Pencitraan
-
Profil Nina Agustina, Bupati Indramayu yang Dipanggil Ridwan Kamil Terkait Polemik Mundurnya Lucky Hakim
-
Biar Tak Menyesal Kemudian, Prof Muradi Beri Catatan Ini bagi Artis yang Ingin Terjun di Pilkada
-
Bupati Indramayu Nina Agustina Si Anak Eks Kapolri yang Tak Akur dengan Lucky Hakim
-
Penuhi Panggilan Ridwan Kamil, Bupati Indramayu Pastikan Tak Ada Masalah Pribadi dengan Lucky Hakim
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul
-
Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada
-
Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!
-
Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan
-
Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama
-
Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal
-
Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!