- Pertamina sedang membereskan anak usaha noninti migas melalui konsolidasi dan pembubaran guna meningkatkan kelincahan serta daya saing perusahaan.
- Strategi integrasi bisnis hilir mencakup penggabungan komersial, kilang, petrokimia, dan logistik, ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026.
- Pertamina akan melepaskan bisnis noninti seperti rumah sakit, hotel, transportasi, dan asuransi untuk merger atau konsolidasi dengan BUMN terkait.
Suara.com - PT Pertamina (Persero) tengah membereskan anak usaha yang tidak berkaitan dengan inti bisnis yaitu di sektor minyak dan gas (migas). Perusahaan migas pelat merah ini melakukan konsolidasi perusahaan hingga pembubaran usaha.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan pemberesan jumlah anak usaha ini agar perusahaan semakin lincah dan memiliki daya saing.
Sebagai informasi, Pertamina diketahui memiliki anak usaha sekitar 127 perusahaan, namun telah direstrukturisasi menjadi 12 anak perusahaan.
"Selain itu, upaya pemberesan ini dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat, bisa lebih efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan juga fungsi-fungsi yang selama ini memiliki duplikasi dan bisa menambah beban ini dapat dikurangi," ujar Agung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Strategi Pertamina
Agung memaparkan, Pertamina telah menyiapkan strategi untuk merapikan seluruh anak usahanya. Misalnya, dengan melakukan penggabungan sektor bisnis hilir migas
Terdapat tiga sektor bisnis yang fokus di sektor hilir yaitu komersial dan niaga, kilang dan petrokimia, dan logistik atau perkapalan.
"Saat ini proses untuk penggabungan atau integrasi bisnis tersebut sedang dilakukan internal untuk mencapai persetujuan internal sesuai dengan prosedur," jelasnya.
"Sebagai contoh, siang hari ini kami akan melanjutkan pembahasan dengan damaian komisaris untuk mendapatkan persetujuan atas detail teknis yang dilakukan dengan target persiapan go live-nya di tahun 2026," sambung Agung.
Baca Juga: Menuju Era Baru BUMN Konstruksi: Skema Holding Karya Difinalisasi Desember Ini
Ia melanjutkan, Pertamina juga akan melepaskan anak usaha usaha agar bisa disatukan atau merger dengan BUMN lainnya. Terdapat, empat bisnis itu diantaranya, rumah sakit, hotel, transportasi, dan asuransi.
Agung menyebut, sektor rumah sakit Pertamina Bina Medica yang saat ini tengah dalam kajian Danantara untuk dikonsolidasikan menjadi entitas BUMN sendiri.
Kemudian, Patrajasa yang merupakan anak usaha Pertamina di sektor perhotelan akan bergabung dengan BUMN hotel PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Lalu, anak usaha di sektor transportasi yakni, Pelita Air direncanakan merger dengan Garuda Indonesia.
"Dan terakhir adalah di sektor asuransi juga sedang dilakukan kajian implementasi konsolidasi perusahaan-perusahaan asuransi BUMN yang ada yang dipimpin dikoordinir oleh IFG sebagai holding BUMN asuransi dan secara bertahap ini bukan hanya Pertamina tapi banyak sekali berbagai perusahaan asuransi di ekosistem BUMN yang akan dikonsolidasikan," jelasnya.
Bubarkan Anak Usaha
Selain integrasi bisnis, Pertamina juga telah membubarkan anak usaha yang memang tidak memiliki kontribusi strategis terhadap perseroan. Pertama adalah TRB London anak perusahaan yang menjadi bagian dari asuransi yang telah dilikuidasi di bulan Februari lalu.
Setelah itu, kedua ada Pertamina Energy Services Private Limited yang merupakan anak usaha Petra; telah dibubarkan pada bulan Juli 2025.
"Ini sebagai bagian dari tahapan transformasi dan reformasi tata kelola yang berkelanjutan," pungkas Agung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput
-
Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera
-
Bulog Tegaskan Kualitas Beras Tetap Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia