Suara.com - Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol. Heru Novianto mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami kepemilikan peluru aktif setelah penangkapan Haerul yang menjadi polisi gadungan dari korps Brimob sejak 5 tahun terakhir.
"Dia pernah menggunakan air soft gun sebagai atribut menunjukkan bahwa dia polisi. Itu dibeli seharga Rp 1,8 juta. Akan tetapi, karena rusak dikembalikan lagi. Soal peluru, sementara kami dalami apa motif menggunakan senjata dan peluru itu, dan untuk apa," kata Kombes Pol. Heru di Makassar, Sabtu (25/2/2023).
Ia menjelaskan bahwa kasus tersebut terungkap saat istrinya melaporkan menanyakan tersangka apa pernah mengikuti apel. Selanjutnya, direspons anggota untuk memastikan status yang bersangkutan.
"Ini berawal dari laporan istrinya menanyakan ke kantor. Setelah dikroscek dan menanyakan apakah suaminya di Brimob, apa ada KTA (kartu tanda anggota), KTP, dan statusnya di Polri. Setelah dicek, KTA-nya palsu," ungkap Heru.
Setelah dipastikan bukan anggota Polri, petugas kepolisian langsung bergerak menangkap yang bersangkutan di kediaman kakak kandungnya, wilayah Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
"Atas penangkapan itu, kami bawa ke rumah istrinya di Gowa. Di sana ditemukan atribut seragam Polri atas nama yang bersangkutan dan beberapa perlengkapan dengan identitas polisi," tuturnya.
Saat ditanyakan selama beberapa tahun tersangka melancarkan aksinya menjadi polisi palsu apakah sudah melakukan tindak pidana, misalnya pemerasan dan pelanggaran lain, yang bersangkutan masih sedang diperiksa.
"Soal itu masih kami dalami, belum ada laporannya, kini masih check in ricek. Akan tetapi, dari pemalsuan identitas KTA itu sudah menjadi tindak pidana," ucap Heru menegaskan.
Selain itu, personel di Polsek Somba Opu, Kabupaten Gowa, juga tertipu bahwa selama ini tersangka yang sering main ke polsek setempat selama 3 tahun terakhir yang diyakini adalah anggota Brimob Polda Sulsel.
Baca Juga: 4 Polisi Gadungan Diringkus Polsek Kalideres, Incar Korban yang Keluar dari Kampung Ambon
"Kami imbau kepada masyarakat apabila menikah dengan anggota Polri wajib hukumnya datang ke kantor untuk menjalani sidang nikah tidak hanya di Brimob, polda, dan polres juga begitu. Tentu orang tua diundang untuk menyakinkan bahwa ini adalah anggota Polri," kata dia.
Sebelumnya, istri pertama tersangka Marniati mendatangi Polda Sulsel untuk meminta dirinya patut berstatus Ibu Bayangkari dari istri keduanya yang berdomisili di Kabupaten Bone.
Ia juga ingin memastikan suaminya polisi aktif atau bukan karena curiga tidak pernah mendapat slip gaji dari tersangka.
Namun, tidak disangka, saat memastikan status suaminya dengan menunjukkan KTA tersangka ternyata belakangan adalah palsu dan tidak terdaftar. Hal inilah kemudian polisi bergerak menangkapnya.
Dari pengakuan tersangka menjadi polisi gadungan yang dilakoni sejak 2018 itu ingin disegani oleh pihak keluarganya dan mertuanya meskipun itu adalah tindakan pidana memalsukan statusnya. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Direktur Utama PT CLM Ditangkap Polisi, IPW Menduga Ada Kriminalisasi
-
Kuasa Hukum Debt Collector yang Bentak Polisi, Tuding Kapolda Metro Jaya Langgar HAM
-
Polisi Ungkap Kronologi Awal Kasus Penganiayaan Mario Dandy Satriyo Terhadap Cristalino David Ozora
-
Intip IG Polwan Cantik Bripda Dian Asih Lestari Personel Brimob Asal Bogor, Netizen: Masya Allah Cantiknya
-
Fakta Terbaru, Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan yang Dilakukan MDS
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Izin Hutan Kuansing Bermasalah, Pejabat Kemenhut dan ATR/BPN Dicecar KPK
-
Prabowo Libatkan TNI-Polri dalam Operasional Kopdes Merah Putih, Penyaluran Bansos Bakal Terpusat
-
Berapa Tarif Hotman Paris sebagai Pengacara?
-
6 Cara Mengakali Salah Shade Bedak agar Tetap Menyatu dengan Warna Kulit
-
Dedemit Kepala Putus yang Menyamar Menjadi Penjual Bakso Keliling
-
Shin Tae-yong Dilaporkan Kena Sanksi Berat KFA Terkait Dugaan Tindak Kekerasan
-
Charger Lokal Pertama Berteknologi Pengatur Tegangan Presis, Ini Bisa Jadi Solusi Overheat iPhone 17
-
Perang Meluas, 2 Nadi Minyak Dunia Jadi Arena Terbang Rudal dan Bom Drone
-
8 Weton Balungan Sugih Apa Saja? Ini Daftar Menurut Primbon Jawa dan Maknanya
-
Kegiatan Usaha PFII Pakai Dolar AS, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah di Tengah Pelemahan