Suara.com - KPK akhirnya memanggil mantan Kepala Bidang Umum Kanwil DJP Jakarta II, Rafael Alun Trisambodo terkait dengan jumlah harta bernilai fantastis hingga Rp 56 M.
Rafael memenuhi panggilan KPK dan diketahui mendatangi Gedung Merah Putih KPK Jakarta tanpa didampingi siapapun pada Rabu, (01/03/2023) sekitar pukul 07.52 WIB. Rafael sempat menunggu di lobby gedung KPK sebelum akhirnya masuk ke ruang pemeriksaan.
Lalu, apa saja yang dilakukan Rafael dan bagaimana hasil pemeriksaannya? Simak inilah selengkapnya.
1. Diperiksa selama 8,5 jam
Pemeriksaan yang dilakukan kepada Rafael berlangsung hingga 8,5 jam. Pihak KPK mencecar ayah dari Mario Dandy ini dengan berbagai pertanyaan, namun hingga kini Rafael belum mau buka suara soal pertanyaan yang ditanyakan kepada dirinya selama pemeriksaan berlangsung.
2. Pemeriksaan dilakukan oleh Deputi Pencegahan
Sebuah video konferensi pers yang dilakukan oleh KPK pasca pemeriksaan Rafael muncul di media sosial. Namun, hal ini justru menimbulkan banyak kecurigaan dari warganet karena pemeriksaan malah melibatkan Deputi Pencegahan, bukan Deputi Penindakan karena sepatutnya kasus ini sudah masuk tingkat penyidikan untuk menelusuri sumber kekayaan Rafael yang bernilai fantastis.
3. Rafael sempat dipanggil KPK tahun 2018
Fakta baru mengungkap bahwa sebenarnya Rafael juga pernah dipanggil KPK tahun 2018 silam atas dugaan penyelewengan data aset yang dilaporkannya melalui LHKPN dengan harta aktual yang ia miliki. Namun, hal ini ternyata kembali terjadi di tahun 2023 setelah ia dipecat oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dari jabatan Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jakarta II.
Baca Juga: Bapak Pegawai Pajak Berharta Rp 56 Miliar, Moge Mario Dandy Ternyata Bodong Tak Terdaftar Di Samsat
4. Kasus Rafael akan dijadikan metode penyelidikan baru
Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan mengungkap bahwa kasus Rafael ini dapat menjadi suatu terobosan bagi KPK untuk menelusuri dan melakukan penyelidikan terhadap para pejabat yang melaporkan setiap hartanya melalui LHKPN.
Hal ini juga menjadi gerbang utama KPK untuk mengetahui aliran dana atau sumber penghasilan setiap pejabat negara. Apabila ada harta yang terlihat namun tidak disertakan di dalam LHKPN, maka KPK akan bergerak cepat menyelidiki harta yang tidak terdaftar ini.
Pahala juga mengungkap adanya kemungkinan pemanggilan kembali Rafael, mengingat kasus ini termasuk kasus yang rumit.
"Proses pemeriksaan ini bukan hanya sekali, saya pastikan bukan hanya sekali, karena pasti (dipanggil lagi). Ini bukan perkara yang ederhana. Dalam arti, ini orang keuangan (Rafael) benar, dia tahu sekali bagaimana cara ke sana kemari. Jadi kita ingin polanya dapat, baru ke yang lain," lanjut Pahala.
5. KPK benarkan adanya kepemilikan tanah istri Rafael di Minahasa
Berita Terkait
-
Bapak Pegawai Pajak Berharta Rp 56 Miliar, Moge Mario Dandy Ternyata Bodong Tak Terdaftar Di Samsat
-
Ayah Mario Dandy Ngaku Lelah dan Minta Dikasihani, Warganet: Kami Juga Lelah Kerja Mati-matian Bayar Pajak
-
Surat Resign Rafael Alun Trisambodo Ditolak
-
69 Anak Buah Sri Mulyani Diduga Miliki Jumlah Harta yang Tak Jelas
-
Aset Rafael Alun yang Dilacak KPK , Termasuk Rubicon hingga Munculnya 'Geng' Pejabat Pajak
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
-
RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap
-
Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia
-
Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3
-
YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat
-
Antisipasi Lonjakan ISPA, Sudinkes Jaksel Siagakan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Kader
-
Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir
-
Warga Terkaya Tercatat Penerima JKN Bersubsidi, Menkes Janji Benahi Data
-
AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
-
Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD