- Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan mengantisipasi kenaikan kasus ISPA melalui penguatan edukasi serta kolaborasi dengan sektor swasta.
- Pemerintah melibatkan kader kesehatan tingkat RT/RW untuk mengawasi imunisasi warga guna mencegah penyebaran penyakit ISPA secara luas.
- Pihak Sudinkes menyediakan 10 puskesmas, 64 puskesmas pembantu, dan 8 RSUD untuk menjamin penanganan kesehatan yang responsif.
Suara.com - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan terus memperkuat langkah antisipasi terhadap tren meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut di wilayahnya.
Selain menyiagakan fasilitas kesehatan, pemerintah juga menggandeng sektor swasta dan kader masyarakat untuk memperluas jangkauan edukasi pencegahan.
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Evelyne Hotma Fransisca, menyatakan bahwa kolaborasi dengan pihak swasta sangat krusial dalam membantu tugas tenaga kesehatan (nakes) di lapangan.
Menurutnya, dukungan tersebut memungkinkan pesan-pesan kesehatan tersampaikan lebih luas kepada warga yang mungkin belum terjangkau oleh puskesmas maupun rumah sakit.
"Nakes kami tidak bisa menjangkau semua warga, jadi bantuan dari pihak swasta seperti ini cukup baik untuk mendukung semua kegiatan kami di lapangan," ujar Evelyne, Rabu (15/4/2026).
Evelyne menjelaskan bahwa tim puskesmas dan rumah sakit telah menjalankan berbagai program strategis untuk menekan angka kasus ISPA. Langkah tersebut meliputi edukasi masif melalui media sosial maupun sosialisasi langsung kepada pasien yang datang ke fasilitas kesehatan.
Selain edukasi, program imunisasi tetap menjadi garda terdepan dalam pencegahan. Sudinkes Jaksel juga menggerakkan peran aktif ibu-ibu kader di tingkat RT/RW untuk melakukan pengawasan dan memastikan warga melengkapi imunisasi.
"Kita tetap gerakan ibu kader yang membantu kami untuk melakukan imunisasi dan pengawasan aktif. Jadi jika ada peningkatan kasus, kita mencari tahu mengapa alasannya dan kita mencoba merencanakan bagaimana cara pencegahannya," tambahnya.
Kesiapan Fasilitas Kesehatan
Guna memastikan penanganan cepat bagi warga yang terpapar ISPA, Sudinkes Jakarta Selatan telah menyiagakan infrastruktur kesehatan yang tersebar di berbagai titik. Saat ini, terdapat 10 puskesmas, 64 puskesmas pembantu (pustu), serta 8 rumah sakit umum daerah (RSUD) yang siap melayani masyarakat.
Baca Juga: Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader
Evelyne menekankan bahwa kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari tingkat terkecil, yakni individu dan keluarga. Ia memuji peran kader kesehatan yang menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan ini kepada masyarakat luas.
"Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dimulai dari diri sendiri, keluarga, baru bisa ke orang lain. Makanya pesan yang disampaikan hari ini ke ibu kader itu luar biasa, karena kalau diri sendiri tidak bisa menjaga dari ISPA bagaimana kita menjaga keluarga dan lingkungan sekitar kita," ungkapnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, pihak swasta, dan kader masyarakat, Sudinkes Jakarta Selatan optimistis dampak tren penyakit ISPA dapat diminimalkan melalui pencegahan dini dan penanganan yang responsif.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader
-
Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Sarmuji Tegas ke Kader Golkar: Jangan Ada Jeruk Makan Jeruk di Koalisi
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir
-
Warga Terkaya Tercatat Penerima JKN Bersubsidi, Menkes Janji Benahi Data
-
AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
-
Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD
-
Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal
-
400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD
-
Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
-
Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata