Suara.com - Profil Gazalba Saleh tengah menjadi perbicangan hangat. Pasalnya dalam perkara kasus suap di Mahkamah Agung, KPK menduga Gazalba Saleh dan beberapa tersangka lainnya melakukan transaksi yang tak wajar.
Sebelumnya, Gazalba Saleh yang menjabat sebagai Hakim Agung tengah menarik perhatian publik usai KPK melakukan OTT terhadap beberapa pejabat Mahkamah Agung atas kasus dugaan suap.
Atas adanya kasus ini, nama Galzaba Saleh pun ramai menjadi perbincangan publik. Nah bagi yang penasaran akan sosoknya, berikut ini profil Gazalba Saleh yang dilansir dari berbagai sumber.
Profil Gazalba Saleh
Diketahui, Gazalba Saleh adalah Hakim Agung yang lahir pada tanggal 15 April 1968 di Bone. Gazalba penah menempuh pendidikan di Universitas hasanuddin, tepatnya di Fakultas Hukum S1.
Usai lulus S1, Gazalba kembali melanjutkan pendidikan untuk jenjang S2 dan S3 di Universitas Padjajaran Bandung, jurusan Ilmu Hukum.
Gazalba juga pernah berprofesi sebagai dosen di salah satu kampus di Surabaya. Lalu pada tahun 2017, ia sukses menduduki jabatan sebagai Hakim Agung di Mahkamah Agung usai gagal seleksi dua kali di pada tahun 2017 dan 2016 dalam pemilihan Calon Hakim Agung di Komisi Yudisial
Ketika mengikuti seleksi Hakim Agung pada tahun 2016, Gazalba menyatakan dalan visi misinya ingin membuat proses kasasi di MA (Mahkamah Agung) lebih cepat, yakni menjadi setengah bulan dari yang awalnya tiga bulan.
Gazalba juga menyampaikan bahwa pemberian hukuman mati terhadap pelaku narkoba adalah hukuman yang efisien serta bisa menjadi shock therapy.
Kemudian pada tahun 2017, Galzaba kembali ikut seleksi Hakim Agung. Pasa masa seleksi waktu itu, ia menyampaikan pentingnya seorang hakim menggali nilai-nilai keadilan substantif. Galzaba pun lolos seleksi sebagai Hakim Agung Kamar Pidana MA 2017.
Selama menjadi menjabat sebagai Hakim Agung, salah satu kinerjanya yang mencuri perhatian publik yaitu saat menangani kasus perkara suap pengurusan izin ekspor benih lobster (benur) yang dilakukan Edhy Prabowo, yang mana pada saat itu beliau menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
Pada saat itu, majelis kasasi MA memangkas masa hukuman penjara Edhy Prabowo 4 tahun. Jadi Edhy mendapat keringangan dengan hukuman penjara 5 tahun dari yang sebelumnya penjara 9 tahun.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah Kejagung Geledah Rumah Hary Tanoesoedibjo, Temukan Uang Rp 500 Triliun hingga Barang Misterius?
-
CEK FAKTA: Geledah Rumah Hary Tanoesoedibjo, Penyidik Kaget Temukan Uang Rp500 Triliun
-
Ayu Ting Ting Ikutan Nyindir Pejabat Korupsi, Banjir Komentar Netizen
-
Selisih Kekayaan Sri Mulyani dengan Rafael Tipis, Ada Dugaan Korupsi? Begini Komentar Eks Penasihat KPK
-
Bawahan Sri Mulyani Tersandung Dugaan Korupsi, Mantan Penasehat KPK: Seharusnya Memecat Dirinya Sendiri
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!