Suara.com - Pria berinisial BI tengah menegak minuman keras di sebuah warung Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2023) malam. Tak disangka, miras yang ditenggaknya membutakan BI yang tega membunuh temannya sendiri.
Korban berinisial PW datang menemui BI dan keduanya menikmati miras bersama. Karena sudah mabuk, PW terus meracau dan menantang BI.
"Saya tidak pernah takut dengan kamu," kata PW kepada BI.
Awalnya BI masih bisa mengontrol diri dan meminta PW untuk mengendalikan dirinya dengan tidak berbicara macam-macam.
"Sudahlah jangan kayak gitu. Malu dilihat orang, buyan (bodoh) kamu dilihat banyak orang perangai," timpal BI.
PW tidak mengindahkan pesan BI. Ia malah semakin menjadi-jadi sampai disebut mengatakan BI bodoh.
Kesabaran BI lantas berubah menjadi rasa sakit hati. Selain karena di bawah pengaruh miras, kata 'bodoh' itu pula yang disebut menjadi alasan BI berani menyerang PW.
"Motifnya dikarenakan tersangka merasa sakit hati telah dikatakan atau kamu bodoh seperti itu," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Hady Saputra Siagian dalam konferensi pers, Jumat (24/3/2023).
BI langsung menyerang PW dengan belati yang dibawanya. Sebanyak enam tusukan belati dilakukan BI ke tubuh PW hingga terkapar.
Baca Juga: Sadis! Tak Sudi Disebut Bego, Pria Teler di Tanah Abang Gorok Teman Sendiri Bak Potong Sapi
Tidak puas dengan aksinya, BI juga menggorok leher PW bak tengah menyembelih sapi.
Kondisi mengenaskan yang dialami PW sempat diketahui oleh warga setempat. Warga tersebut langsung melaporkan kejadian itu ke Ketua RT 02 RW 01, Kampung Bali, Tanah Abang, Heri.
Dirinya mengaku tidak mendengar ada teriakan minta tolong pada saat kejadian. Namun karena adanya laporan dari warga, ia langsung mendatangi TKP dan melihat kondisi PW yang mengerikan.
"Sudah parah banget. Kayak ngelihat sapi dipotong. Sudah menganga di sini (leher). Ada tusukan juga," jelasnya.
BI Terancam Hukuman Mati
Akibat tindakannya tersebut, BI langsung diamankan oleh Polres Metro Jakarta Pusat di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/3/2023). BI menjadi tersangka kasus pembunuhan teman lamanya itu.
Berita Terkait
-
Imbas Ulah Kontraktor Rusak Saluran Pipa Air di Gambir, PAM Jaya Ngaku Rugi Besar
-
Gorok dan Tusuk Teman Sendiri sampai Tewas, Pria Sadis Tanah Abang Terancam Hukuman Mati
-
Ditantang Saat Mabuk Intisari, Pria Sadis di Tanah Abang Tusuk Teman Sendiri Hingga Tewas
-
Sadis! BI Tega Gorok Leher Teman Sendiri dalam Kondisi Mabuk di Tanah Abang Gara-gara Dikatai Bodoh
-
Gorok Teman Sendiri Saat Sedang Mabuk di Tanah Abang, Pria Berinisial BI Terancam Dihukum 15 Tahun Penjara
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli