Suara.com - Rafael Alun Trisambodo ditetapkan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan Pejabat Ditjen Pajak ini menyebut penyidik KPK telah menggeledah kediamannya hingga kemudian dia menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan.
Penetapan tersangka Rafael itu termuat dalam Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) tanggal 27 Maret 2023. Ayah Mario Dandy ini diduga menerima gratifikasi dari para wajib pajak lewat perusahaan konsultan perpajakan. Simak nasib Rafael Alun usai ditetapkan jadi tersangka berikut ini.
1. Jadi Bulan-Bulanan Netizen
Rafael mengatakan selama ini dia seolah-olah 'ditelanjangi' publik padahal tidak melakukan kasus pidana. Dia mengatakan semua itu berawal dari kasus pidana yang menjerat putranya, Mario Dandy Satriyo (20). Diketahui Mario Dandy menjadi tersangka penganiayaan terhadap David Ozora (17) yang hingga saat ini masih dalam perawatan intensif akibat luka serius di bagian kepala.
"Menyeret saya dengan tekanan-tekanan dari banyak pihak untuk dilakukan pemeriksaan terhadap harta saya, sehingga saya dicari-cari celahnya untuk diterangkan sebagai orang yang telah menerima gratifikasi," kata Rafael Alun pada Kamis (30/3/2023).
Rafael mengungkap bahwa dia dan keluarga sudah memaafkan anaknya atas perbuatan yang dilakukan. Walau begitu, dia menyampaikan bahwa yang dilakukan anaknya adalah semata-mata untuk melindungi temannya. Namun, Rafael tak memungkiri tindakan sang putra berbuntut panjang pada keluarganya.
"Dampaknya yang terjadi bukan hanya ke saya tapi menyeluruh ke semua keluarga, kami sudah menjadi bulan-bulanan netizen. Semua cerita berkembang bahkan lebih banyak bunga dari pada fakta," ujarnya.
2. Rumah Digeledah KPK
Sementara itu, Rafael mengaku pasrah saat rumahnya digeledah tim penyidik KPK pada Senin (27/3/2023) kemarin. Dalam penggeledahan itu, tim penyidik menyita uang tunai sebanyak Rp45 juta yang disebut Rafael digunakan untuk belanja bulanan dan THR pada beberapa karyawan. Setelah uang tunai itu disita, Rafael mengaku tak memiliki apapun.
Baca Juga: Kompaknya Rafael dan Mario Dandy, Ayah dan Anak Sama-sama Bermasalah Semua Jadi Tersangka
3. Safe Deposit Box Disita
Safe deposit box milik Rafael Alun berisi Rp 37 miliar pecahan dolar Amerika Serikat sebelumnya telah disita Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). KPK menyebut safe deposit itu sebagai salah satu bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Rafael Alun jadi tersangka. Temuan safe deposit itu disebut menjadi jalan masuk KPK menaikkan status penyelidikan kekayaan Rafael ke tingkat penyidikan dugaan gratifikasi.
Rafael Alun mengaku uang dalam safe deposit box-nya itu berasal dari hasil penjualan tanah miliknya di tahun 2010. Usai 4 tanah miliknya itu dijual, uang hasil penjualan ditukar dengan mata uang asing. Kemudian seiring waktu, valasnya naik karena terjadi kenaikan kurs terhadap rupiah yang kemudian Rafael simpan di deposit box.
4. Rekening Diblokir
PPATK juga memblokir rekening milik Rafael Alun dan keluarganya karena diduga ada praktik pencucian uang secara profesional. Jumlah rekening yang diblokir milik Rafael dan keluarganya itu mencapai puluhan.
Rafael diketahui memiliki harta kekayaan sebesar Rp 56 miliar dan dinilai tidak wajar karena jabatannya hanya masuk dalam ASN eselon III. Kekayaan Rafael itu melampaui sang bos, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang punya total harta Rp 58 miliar.
Berita Terkait
-
Ungkap 15 Pucuk Senpi di Rumah Dito Mahendra, KPK: Senjata Api untuk Tempur!
-
Heboh! Artis Berinisial R Diduga Terlibat Kasus Pencucian Uang Ditjen Pajak Rafael Alun, Ini Ciri-cirinya
-
Kompaknya Rafael dan Mario Dandy, Ayah dan Anak Sama-sama Bermasalah Semua Jadi Tersangka
-
Raffi Ahmad Diduga Artis R yang Terlibat Kasus Pencucian Uang Rafael Alun, Begini Kata Sang Manajer
-
Heboh Artis Berinisial R Terlibat Dalam Kasus Pencucian Uang Bersama Rafael Alun
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
5 Pilihan Hair Mist Bikin Rambut Segar dan Bebas Bau Matahari
-
IHSG Masih Semringah Hari Ini, INET dan KIJA Meroket
-
Asap dari Pelalawan ke Pekanbaru, Bikin Jarak Pandang Menurun
-
Dari Tiang Bambu hingga Merah Putih, Kisah Kecil di Balik Momen Kemerdekaan
-
APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik
-
HP Xiaomi RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 4 Pilihan dengan Memori hingga 1 TB
-
Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan
-
Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!
-
Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?
-
RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun