Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali dibuat panas oleh aksi Kepala kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Pasalnya, AHY menyebut Moeldoko kembali ingin mengkudeta dirinya dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat.
Menurut AHY, kubu Moeldoko tengah mengajukan peninjauan kembali atau PK pada Mahkamah Agung mengenai atas keputusan SK AD/ART Partai Demokrat dari Kementerian Hukum dan HAM.
Seperti apakah rekam jejak AHY dan Moeldoko dalam kancah politik Indonesia? Berikut ulasannya.
Rekam jejak Moeldoko
Moeldoko merupakan kelahiran Kediri 8 Juli 1957. Kariernya di politik dan militer cukup cemerlang dan berjalan dengan mulus.
Di militer, Moeldoko terlibat dalam sejumlah penugasan yang membuat kariernya semakin moncer, hingga akhirnya ia berhasil mencapai puncak kariernya di militer saat ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Panglima TNI.
Pada 2015, Moeldoko purna tugas dari jabatan Panglima TNI.Posisinya lantas digantikan oleh Gatot Nurmantyo sebagai orang nomor satu di TNI.
Setelah pensiun dari militer, Moeldoko mulai menapaki karier di ranah politik. Ia lantas bergabung dengan Partai Hanura pada 2016, yang ketika itu dipimpin oleh Oesman Sapta Odang.
Begitu bergabung dengan Partai Hanura, Moeldoko langsung menduduki jabatan Wakil Ketua Dewan Pembina, mendampingi Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina.
Baca Juga: Ancang-ancang Kudeta Demokrat? Ternyata Segini Harta Kekayaan Moeldoko
Setelah itu, karier politik Moeldoko berjalan mulus, hingga pada 17 januari 2018, ia ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Teten Masduki.
Salah satu jejak politiknya yang cukup kontroversial adalah ketika ia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa Deli Serdang pada 2021 lalu.
KLB tersebut dianggap sebagai upaya untuk menggoyag AHY dari posisinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Namun akhirnya pemerintah, melalui Kementerian Hukum dan HAM tidak mengakui hasil KLB Partai Demokrat di Deli Serdang.
Rekam jejak Agus Harimurti Yudhoyono
Karier politik Agus harimurti Yudhoyono (AHY) dimulai ketika ia terjun di Pilkada DKI Jakarta pada 2017 silam. Ketika itu ia pensiun dari dunia militer yang telah digelutinya selama 16 tahun. Sementara pangkat terakhir AHY di militer adalah Mayor.
AHY maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Sylviana Murni, seorang birokrat yang sudah cukup lama bertugas di Pemprov DKI.
Berita Terkait
-
Ancang-ancang Kudeta Demokrat? Ternyata Segini Harta Kekayaan Moeldoko
-
Moeldoko Dituding Tidak Terima Kalah Lalu Ajukan PK Kasus Kudeta Demokrat, Lalu Respons Menkumham?
-
Kembali Digoyang Moeldoko, Kader Demokrat Bogor Ajukan Perlindungan ke PN Cibinong
-
Ketum Partai Demokrat AHY Minta Doa Rakyat Indonesia dari Upaya Kudeta Kepala KSP Moeldoko
-
Jeruji Besi Tak Lagi Mengekang, Anas Urbaningrum Jadi Duri bagi SBY, Suara Demokrat Terpecah?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara