Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum, yang juga mantan narapidana kasus korupsi proyek Hambalang, menyinggung soal pihak yang zalim kepadanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Anas Urbaningrum yang juga eks ketua umum Partai Demokrat itu, saat perayaan ulang tahunnya ke-54 di kawasan Monumen Nasioanal atua Monas, Jakarta pada Sabtu (15/7/2023).
"Saya ingin mengirim pesan bagi yang pernah malakukan kezaliman hukum, tolong itu dihentikan. Jangan diulangi lagi. Boleh terjadi pada Anas, tapi tidak boleh terjadi pada anak-anak bangsa lain. Agar menjadi pelajaran bagi Indonesia bangsa ini. Pelajaran bagi masa depan kita semua," kata Anas.
Tak hanya sekali, Anas bahkan mengulangi kalimat zalim kepadanya sebanyak dua kali.
"Saya ulangi, boleh kezaliman hukum pada Anas, boleh perskusi hukum pada Anas karena memang terjadi. Tapi harus ada hikmah yang dipetik bangsa ini," katanya.
"Bahwa tidak boleh terjadi lagi pada anak bangsa Indonesia, apapun agamanya, apapun suku, apapun ras, apapun partainya, apapun warna kulitanya, apapun orientasi politiknya," sambungnya.
Usai menyampaikan pernyataannya itu, awak media mencoba bertanya pihak yang dimaksud Anas melakukan kezaliman kepadanya. Namun, Anas enggak menyebut nama.
"Jadi saya tidak ingin menyebut nama, karena yang penting adalah bukan orangnya, bukan namanya. Yang penting adalah pesannya yang universal. Kedua pesan itu mudah-mudahan menghadirkan, membangkitkan kesadaran bahwa kezaliman adalah hal yang dekstruktif, sebaliknya keadilan adalah hal yang konstruktif dan bermasa depan," tutur dia.
Sebagaimana diketahui Anas adalah mantan ketau umum Demokrat. Dia harus keluar dari partai Demokrat karena menjadi terpidana korupsi proyek Hambalang. Dia menjalani hukuman penjara 8 tahun dan telah bebas pada April 2023 lalu. Berselang beberapa bulan keluar dari jeruji besi, Anas ditunjuk menjadi ketua umum PKN.
Baca Juga: Rekam Jejak Anas Urbaningrum: Baru 5 Hari Bebas Murni, Langsung Jadi Ketum Parpol Lagi
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Anas Urbaningrum: Baru 5 Hari Bebas Murni, Langsung Jadi Ketum Parpol Lagi
-
Anas Urbaningrum Ngeles saat Ditanya Kapan Digantung di Monas, Ini Jawabannya
-
Mengingat Lagi Janji 'Gantung Anas di Monas' yang Belum Ditepati
-
Sampaikan Pidato Politik, Anas Urbaningrum Kembali Gaungkan Gantung di Monas
-
Ganjar Pranowo Ingin Berantas Korupsi Kalau Jadi Presiden, Demokrat Pesimis karena Contohnya Jokowi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus