Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak disoraki para penyidik KPK ketika melakukan audiensi pada Senin (31/7/2023).
Johanis Tanak mengaku diintimidasi saat meminta maaf ke TNI atas penetapan tersangka Kabasarnas Marsekal Madya TN Henri Alfiandi. Johanis pun tak membela anak buahnya di jajaran Kedeputian Penindakan dan Eksekusi dalam polemik pengungkapan kasus pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Para pegawai kecewa dengan Johanis karena memiliki sifat pengecut. Diketahui saat konferensi pers, Johanis minta maaf pada TNI dan menyalahkan anak buahnya karena menetapkan tersangka Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi dan Koorsmin Kabasarnas Letkol Adm Afri Budi Cahyanto.
Simak profil dan sepak terjang Johanis Tanak, petinggi KPK yang mengaku diintimidasi ketika minta maaf pada TNI berikut ini.
Profil Johanis Tanak
Johanis Tanak lahir di Toraja, Sulawesi Selatan pada 23 Maret 1961 sehingga kini usianya 62 tahun tahun. Ayahnya, Jusuf Tanak adalah pensiunan Polri yang berasal dari Sangkaropi Kecamatan Sa'dan. Sementara ibunya, Thabita Sili berasal dari Toyasa Akung, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara.
Johanis Tanak punya latar belakang sebagai jaksa yang memulai kariernya pada tahun 1993. Selama aktif di Korps Adhyaksa, dia pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Riau tahun 2014.
Kemudian Johanis menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah tahun 2016. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin pada 1983 ini juga pernah mengisi pos Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi. Jejak kariernya Johanis berlanjut dengan jabatan sebagai Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.
Sepak Terjang Johanis Tanak di KPK
Baca Juga: Soal Polemik Penetapan Tersangka Kabasarnas, Komisi III DPR RI Bakal 'Cecar' KPK Saat RDP
Rekam jejak Johanis Tanak di KPK terhitung baru 7 bulan setelah Presiden Jokowi melantiknya sebagai Wakil Ketua KPK sisa masa jabatan 2019-2023, di Istana Negara pada Jumat (28/10/2022). Dia dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 103/P Tahun 2022. Johanis menggantikan Lili Pintauli yang mengundurkan diri pada Juli 2022 lalu.
Johanis merupakan satu dari usulan Presiden Jokowi ke DPR sebagai pengganti Lili Pintauli. Nama lain yang diusulkan adalah auditor BPK I Nyoman Wara.
Sebelum resmi dilantik, Komisi III DPR RI memilih dan menetapkan Johanis Tanak sebagai calon anggota pengganti pimpinan KPK masa jabatan periode 2019-2023 lewat mekanisme pemilihan suara. Dengan melibatkan 53 anggota dewan, Johanis mendapat 38 suara dan Nyoman hanya mendapatkan 14 suara sedangkan satu suara dinyatakan tidak sah.
Pada tahun 2019, Johanis pernah ikut dalam seleksi calon pimpinan KPK. Namun dia tidak lolos karena mendapat nol suara di DPR.
Minta Maaf ke TNI
Terbaru, Johanis Tanak meminta maaf kepada TNI buntut penetapan dua anggota TNI aktif sebagai tersangka dugaan suap sejumlah proyek di Basarnas. Hal itu disampaikan Johanis Tanak ketika melakukan pertemuan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta pada Jumat (28/7/2023) lalu.
Berita Terkait
-
Soal Polemik Penetapan Tersangka Kabasarnas, Komisi III DPR RI Bakal 'Cecar' KPK Saat RDP
-
Danpuspom TNI Ungkap Letkol Afri Terima Duit Suap Atas Perintah Kabasarnas Henri
-
Bikin Pimpinan KPK Minta Maaf soal Kasus Basarnas, Danpuspom TNI Tepis Kabar Ada Intimidasi
-
Dapat Karangan Bunga Usai Pengungkapan Kasus Korupsi di Basarnas, Alexander Marwata: Saya Anggap Itu Bukan Teror
-
Pimpinan KPK Dapat Teror Karangan Bunga 'Dari Tetangga', Firli Bahuri Langsung Lapor Kapolri
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim