Suara.com - Sekretaris Jenderal Gerakan Pro Prabowo Bersatu Jawa Tengah (GP Prabu) Bagus Widianto menyampaikan sejumlah permasalahan di Jawa Tengah (Jateng) dan usulan program kampanye kepada bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto melalui Rumah Besar Relawan Prabowo 08.
Permasalahan-permasalahan yang terjadi di Jateng, kata dia, berangkat dari kesejahteraan warga yang dinilai kurang baik. Padahal, pembangunan kawasan industri sangat gencar dilakukan di Jateng.
"Provinsi Jawa Tengah masih masuk dalam 15 besar provinsi termiskin di Indonesia, padahal memiliki pendapatan asli daerah terbesar nomor empat. Hal ini menunjukkan adanya kesalahan pengelolaan pemerintah provinsi dalam menyeimbangkan potensi daerah untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Jawa Tengah," kata Bagus di Rumah Besar Relawan Prabowo 08, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (1/8/2023).
Bagus mengakui, provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo sebagai gubernur itu dikuasai oleh partai penguasa. Namun, dia menilai penguasaan itu bukan dilandasi oleh program-program yang pro terhadap rakyat.
"Mereka pandai mengangkat isu kesejahteraan untuk mendapatkan mayoritas suara pemilih yang berjumlah 28.289.413 dan menjadikanya sebagai komoditas politik pada masa kampanye tiba," ucapnya.
Untuk itu, dia memberikan usulan sejumlah program untuk menyasar kebutuhan perempuan dan milenial di Jawa Tengah.
Permasalahan pertama yang diungkapkan Bagus, yakni tingginya angka wanita yang bekerja untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan di Jawa Tengah.
"Efek industrialisasi dan kesejahteraan keluarga yang rendah sehingga mengakibatkan para wanita harus berjibaku membantu suami dalam mencukupi kebutuhan keluarga," ujar dia.
Hal itu disebut berimbas pada hilangnya peran seorang ibu terhadap anak yaitu perhatian dan kasih sayang.
Baca Juga: Akui Jawa Tengah Kandang Banteng, Relawan Prabowo Bakal Pakai Cara Harus untuk Rebut Suara Ganjar
Dengan begitu, GP Prabu menyarankan adanya program Uang Penghargaan Bulanan karena perempuan di Jawa Tengah disebut mengalami malfungsi dalam keluarga dan program Uang Kompensasi kepada anak-anak sebagai ganti kasih sayang dan pendidikan yang hilang selama ibunya seharian bekerja.
"Uang Penghargaan dan Kompensasi Anak Pekerja Wanita ini realistis dikarenakan UMR Jawa tengah masih rendah dibanding daerah lain, maka pengusaha dan pemerintah harus bahu-membahu memperhatikan jangan hanya seolah dikeruk SDM nya saja karena faktor murahnya upah daerah," tutur Bagus.
Selain itu, dia juga menyebut permasalahan tentang perlunya kompensasi bagi istri yang memiliki suami dengan pekerjaan berisiko tinggi.
Dia menyebut nelayan dan petani sayur dilereng gunung adalah faktor penting penyumbang ketahanan pangan nasional tetapi memiliki resiko pekerjaan yang sangat tinggi.
"Pemerintah harus bisa menjadi pelindung dan penjamin agar bidang ini tetap terjaga dengan cara memberikan sedikit penghargaan bulanan kepada istri-istri mereka ketika mereka sedang berjuang demi tercukupinya kebutuhan pangan dan gizi bangsa," tambah Bagus.
Lebih lanjut, dia juga mengusulkan program soal partisipasi milenial dalam penyelenggaraan pemerintahan karena perkembangan jaman dan teknologi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Ilmuwan Ungkap Molekul Tersembunyi Fitoplankton, Kunci Siklus Karbon Laut
-
Hari Ini, 35 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Gambir dan Pasar Senen
-
Jakarta Gelar Car Free Night di Sudirman-Thamrin Saat Malam Takbiran
-
Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus
-
Afghanistan Rayakan Idulfitri Hari Ini, Hilal Telah Terlihat di Beberapa Provinsi
-
Tradisi 200 Tahun, Ribuan Jemaah Syattariyah Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Hari Ini
-
Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Tanggal 20 Maret 2026, Indonesia Tunggu Sidang Isbat
-
Koalisi Sipil Desak Tersangka Prajurit TNI Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum
-
Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL
-
Babak Baru Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Siapkah TNI Bongkar Dalang atau Cuma Cari Kambing Hitam?