Suara.com - Nama Yevgeny Prigozhin kembali mengemuka setelah dikabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat yang diduga melibatkannya. Banyak orang yang penasaran dengan profil Yevgeny Prigozhin ini.
Prigozhin sendiri merupakan pemimpin Grup Wagner, kelompok tentara bayaran swasta yang bersekutu dengan Kremlin. Sekilas profil Yevgeny Prigozhin bisa Anda cermati di sini.
Sosoknya sendiri menjadi penting dalam perang Rusia dan Ukraina yang telah terjadi beberapa waktu belakangan ini. Dalam pertempuran, pasukannya mengambil andil besar dan dapat dikatakan memegang area lapangan di beberapa titik strategis.
Profil Yevgeny Prigozhin
Yevgeny Prigozhin lahir pada tanggal 1 Juni 1961 di Leningrad. Saat ini, kota tersebut disebut dengan nama St. Petersburg. Yevgeny Prigozhin dan Putin sama-sama lahir di kota ini.
Ia tercatat menjalani hukuman selama sembilan tahun atas sejumlah kejahatan di periode akhir berdirinya Uni Soviet. Kejahatan yang dilakukannya adalah perampokan serta penipuan, sehingga memaksanya harus mendekam di tahanan.
Bebas pada tahun 1990, ia kemudian merintis karir dengan membuka jasa katering di kota kelahirannya ini. Ia membuka kedai hot dog dan serangkaian restoran kelas atas, yang pada akhirnya menarik minat Presiden Rusia Vladimir Putin.
Ketertarikan Putin berawal dari kunjungannya bersama Presiden Prancis kala itu, Jacques Chirac, ke salah satu restoran mewah yang dimiliki Yevgeny Prigozhin. Putin melihat bagaimana pelayanan yang diberikan, dan bagaimana Yevgeny Prigozhin membangun bisnisnya dari nol.
Minat Putin ditunjukkan dengan kontrak besar restoran dan jaringan bisnis Yevgeny Prigozhin dari Rusia, sehingga bisnisnya dapat berkembang pesat. Dari sinilah kemudian Yevgeny Prigozhin menjadi juru masak kepercayaan Putin, hingga akhirnya ia mendirikan Wagner pada tahun 2014 lalu.
Baca Juga: Profil Yevgeny Prigozhi, Bos Wagner yang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Rusia
Wagner ini sendiri juga menjadi salah satu pasukan kepercayaan Putin untuk ditempatkan di titik-titik strategis yang dianggap penting, sehingga dapat menjaga posisi Rusia di beberapa daerah konflik.
Pada perang dengan Ukraina, pasukan Wagner membawa banyak kemenangan untuk Rusia, meski harus dibayar mahal dengan tumbangnya sejumlah besar pasukan dalam konflik tersebut.
Ada satu masa ketika pasukan Wagner tidak lagi sepaham dengan kebijakan pemerintah Rusia, sehingga melakukan perlawanan. Namun hal ini tidak berlangsung lama, dan hubungan Yevgeny Prigozhin dengan Presiden Putin kembali membaik.
Kabar Mengenai Kecelakaan Pesawat
Kabar terbaru datang ketika terjadi kecelakaan pesawat yang menyebabkan tewasnya pemimpin Wagner ini. Namun demikian hingga saat ini kabar tersebut belum dapat dikonfirmasi, dan masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait.
Itu tadi sekilas mengenai profil Yevgeny Prigozhin yang dikabarkan meninggal dalam kecelakaan pesawat baru-baru ini.
Berita Terkait
-
Profil Yevgeny Prigozhi, Bos Wagner yang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Rusia
-
Indonesia Dikabarkan Segera Gabung BRICS, Jokowi Hadiri Agenda KTT di Afrika Selatan
-
Menilik Kedekatan Megawati dengan Putin: Ternyata Bestie Sejak 2003?
-
Penggunaan Dolar AS Antar Negara BRICS Turun Drastis, Keuntungan Naik Enam Kali Lipat
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi