Ida yang kaget sontak menangis. Pertengkaran hebat tak dapat terhindarkan.
Saat itu, Nardinata malah memukuli Ida dan mengancam akan membunuhnya. Di saat yang bersamaan, Nardianata memerintakan Ida untuk mengurus abu orang tua serta tiga anak angkatnya.
Karena di bawah ancaman, Ida akhirnya mau mengikuti perintah Nardinata dan membuat kesepakatan. Tetapi di samping itu, ia juga meminta diceraikan karena tidak bisa menjalani hubungan sesama perempuan.
"Dia pun akhirnya menyepakati bahwa akan memenuhi setiap kebutuhan saya dan membelikan saya rumah untuk ditinggali," tuturnya.
Karena tidak bisa bercerai, Ida akhirnya terpaksa untuk tetap menjalani hidupnya. Tiga bulan berikutnya ia diberikan rumah di Pakuwon City, Taman Mutiara, Surabaya.
Tidak mau berdiam diri, ia membuka usaha toko suku cadang mobil Eropa. Ida mengaku memiliki pengalaman bekerja selama 15 tahun di bengkel mobil tersebut.
Seolah tidak diberi kesempatan untuk hidup tenang, tiba-tiba Ida didatangi oleh seorang perempuan bernama Emiliana yang mengaku sebagai istri dari Nardinata.
Sembari mengamuk, perempuan asal Balikpapan, Kalimantan Timur itu mengambil mobil dan pakaian Nardinata dari rumah Ida.
Karena takut, Ida menghubungi Nardinata untuk menanyakan perihal perempuan. Namun tak berselang lama lama, ia sadar kalau perempuan tersebut hanya suruhan suaminya.
Baca Juga: Lakukan Ini Saat Duduk Dekat Jokowi, Viral Menpora Dito Menciut Dipelototin Paspampres
Alami Kekerasan
Semenjak kejadian itu, Ida kerap mendapatkan tindakan kekerasan oleh Nardinata terutama ketika keduanya bertengkar.
Pada momen itu, Ida mengaku disuruh suaminya untuk mengirimkan suku cadang mobil yang ia jual ke Jakarta. Nardinata berjanji akan menggantinya dengan uang senilai Rp 50 juta.
"Namun uang itu tidak pernah diberikan, saya sangat mengalami kerugian bagik materil maupun imateril," ungkapnya.
Merasa dirugikan, Ida lantas melaporkan Nardinata ke Polda Jawa Timur pada 2002 namun tak membuahkan hasil.
Nardinata malah membuat laporkan kalau sertifikat rumah yang ditinggali Ida hilang. Bahkan rumah yang dimaksud sudah dijual ke keponakannya.
Berita Terkait
-
Keterlaluan, Pemotor di Surabaya Mencuri Tisu Pedagang Pinggir Jalan Terekam Kamera
-
Pria di Sulawesi Selatan, Rela Pulang dari Perantauan Demi Habisi Pemerkosa Istrinya
-
Video Viral Hari Ini: Dito Ariotedjo Dipelototi Paspampres
-
BREAKING NEWS: Tali Layangan Kembali Memakan Korban, Leher Wanita di Parit Tengkorak Terluka
-
Viral, Kronologi Pria Motoran Sambil Rebahan di Jalan Margonda Depok
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta