Suara.com - Bareskrim Polri mengaku sudah mengecek rekaman kamera pengawas alias CCTV yang ada di lokasi tewasnya pengawal pribadi (Walpri) Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara), Brigpol Setyo Herlambang.
Hal itu diungkapkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan. Dia menyebut ada dua CCTV yang sudah diperiksa terkait kematian Setyo.
"Di TKP ada 2 CCTV yang pertama di depan pintu masuk. Pintu masuk menuju kamar yang ada di TKP yang kedua di bagian samping, di bagian samping menghadap jendela," kata Ramadhan dikutip Suara.com, Rabu (4/10/2023).
Ramadhan tidak menyebutkan detail lokasi kamera CCTV tersebut. Dia hanya menjelaskan bahwa CCTV itu merekam kejadian itu sebelum dan sesudah korban tewas.
"Informasi yang disampaikan oleh penyidik hasil penyelidikan dan juga analisa CCTV sebelum kejadian sampai terjadinya peristiwa," ujar Ramadhan.
Berdasarkan hasil pengecekan, Ramadhan menerangkan tidak ada orang lain di TKP saat itu.
"Tidak ada orang lain yang masuk ke dalam kamar tersebut," jelas Ramadhan.
Selain itu, penyidik Bareskrim turut mengambil sampel sidik jari korban serta DNA Setyo. Serta menemukan sisa proyektil dari selongsong peluru
"Kemudian hasil sidik jari dan hasil DNA dan itu diambil di bagian magazine, kemudian senpi yang ada di TKP di mana sedang dalam proses," papar dia.
Baca Juga: Kabar Terkini Kasus Kematian Walpri Kapolda Kaltara, Bareskrim Periksa 13 Polisi Dan 1 PHL
"Puslabfor melakukan kegiatan balistik itu mengambil misalnya proyektil, selongsong peluru kemudian sisa-sisa peluru residu," imbuhnya.
13 Polisi Diperiksa
Untuk diketahui, selain Propam Mabes Polri, Bareskrim Polri juga turun tangan untuk menyelidiki kasus kematian pengawal pribadi Kapolda Kaltara, Brigpol Setyo Herlambang.
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan Bareskrim sudah mengecek langsung TKP.
"Pada tanggal 26 September 2023 yang lalu, tim asistensi Bareskrim Polri telah turun langsung ke TKP," kata Ramadhan dikutip Suara.com, Rabu (4/10/2023).
Adapun tim dari Bareskrim yang langsung mengecek ke TKP berjumlah 14 orang, terdiri dari satu orang ketua tim, tiga personel tim penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, kemudian enam personel dari Pusinafis dan empat personel dari Puslabfor Polri.
Berita Terkait
-
Kabar Terkini Kasus Kematian Walpri Kapolda Kaltara, Bareskrim Periksa 13 Polisi Dan 1 PHL
-
3 Orang Tewas saat Penembakan di Mal Siam Paragon Bangkok, Kemlu: Tak Ada Korban WNI
-
Tiga Orang Tewas dalam Insiden Penembakan di Rotterdam, Satu Di Antaranya Anak Berusia 14 Tahun
-
Propam Mabes Polri Turun Tangan Usut Kematian Brigpol Setyo Herlambang Walpri Kapolda Kaltara
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban