Suara.com - Sebanyak 35 bangunan semi permanen yang berada di dekat perlintasan kereta api, Jalan Bandengan Utara III, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, dirobohkan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Agus Irwanto mengatakan selain berdiri di atas milik PT KAI, pembongkaran bangunan semi permanen dilakukan lantaran banyak keluhan warga soal keberadaan bangunan tersebut.
“Ada kegiatan prostitusi dan juga hal-hal lain yang melanggar,” kata Agus, saat di lokasi, Senin (16/10/2023).
Agus menambahkan, tidak ada perlawanan dalam pembongkaran puluhan bangunan tersebut.
Masyarakat disebut cukup kooperatif dalam membantu petugas dalam penggusuran.
“Tidak ada (perlawanan). Alhamdulillah kondusif,” kata Agus.
Agus menyebut, pembongkaran lokasi prostitusi ini bukan kali pertama, total sudah empat kali dilakukan pembongkaran.
Pembongkaran terakhir kali dilakukan pada tahun 2021 lalu. Namun bangunan-bangunan semi permanen tersebut kembali bermunculan bak jamur di musim hujan.
“Kegiatan ini sudah kegiatan penertiban yang ke empat kali. 2021 juga pembongkaran yang ketiga ya ini, hari ini kami lakukan pembongkaran lagi,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Dibutakan Cinta, Janda Beranak Dua di Tambora Ditipu Duda Ngaku-ngaku Anggota Intelijen; Dua Vario Raib Digondol
-
Bongkar Prostitusi Anak di Bawah Umur di Jaksel, Korban Dijual ke WNA
-
Coba Rampas HP Wanita, Bocah Putus Sekolah di Tambora Ditangkap Warga Usai Korban Teriak Tolong
-
Gak Ada Kapoknya! Lana Manusia Laba-laba Kembali Masuk Bui usai Nyolong di Tambora
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
-
Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia
-
AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar