Suara.com - Seorang bocah perempuan berusia 13 tahun menjadi korban peluru nyasar dari anggota kepolisian di kawasan Jalan Pattimura, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kendari, Minggu (11/2) sekitar pukul 04.00 Wita.
Kejadian itu bermula saat anak perempuan berinisial SF tersebut sedang tidur di kamarnya. Tiba-tiba, terdapat sebuah suara mengejutkan yang berasal dari atas rumahnya.
Seketika, punggung bocah malang tersebut terasa sakit. Tak diduga, punggung anak tersebut terkena tembakan peluru nyasar saat anggota Polresta Kendari mengejar remaja bersenjata tajam yang diduga telah melakukan tindak pembegalan.
Saat melakukan pengejaran, pihak kepolisian melepaskan tembakan peringatan. Tak disangka, peluru tersebut nyasar hingga mengenai punggung SF.
“Kami mau tangkap remaja yang membawa sajam, bu. Anggota kami mengeluarkan tembakan peringatan tapi pelurunya sampai di rumah ibu,” kata Kapolresta Kendari, Aris Tri Yunarko kepada keluarga korban, Minggu.
Aris mengungkapkan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut.
"Itu di luar kesengajaan dan dugaan kami," katanya.
Atas kejadian tersebut, korban pun segera dilarikan ke rumah sakit. Korban mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk menjalani proses operasi pengangkatan sisa proyektil peluru.
Terkait hal itu, Aris menyampaikan permohonan maaf dan menyampaikan pihaknya siap bertanggung jawab serta akan menanggung segala biaya serta kebutuhan korban hingga benar-benar sembuh.
Baca Juga: Detik-detik Suami Istri Jadi Korban Salah Tangkap oleh Sekelompok Orang Diduga Polisi: Lapor Propam!
“Sekali lagi atas nama Polri, kami sangat meminta maaf,” tambahnya.
Cerita SF yang terkena peluru nyasar pun kini viral dan telah beredar di media sosial. Sebagian warganet mengaku kurang puas dengan sikap kepolisian yang terkesan hanya meminta maaf dan membiayai pengobatan korban tanpa menindak lebih lanjut anggota yang melakukan tembakan nyasar.
"Enak ya jadi polisi Konoha. Kalau yang bersalah polisi Konoha cuman minta maaf kelar urusan sekalipun memenuhi unsur pidana. Lain halnya dengan orang yang gak punya keluarga polisi Konohanya apalagi kagak punya duit ya, hukum harus ditegakkan. Emang pada suka ngelawak nih polisi konoha," kata netizen.
"Itu yang salah angin...tersangkanya pasti angin," ungkap warganet.
"Kemarin salah Tangkap sekarang salah tembak," ujar netizen lainnya.
Berita Terkait
-
Detik-detik Suami Istri Jadi Korban Salah Tangkap oleh Sekelompok Orang Diduga Polisi: Lapor Propam!
-
Rizieq Shihab Ungkap Rumahnya Didatangi 4 Polisi Bawa Pesan Khusus Dari Kapolri, Begini Isinya
-
Kejadian Mengerikan di SPBU: Penjual Keripik Ditodong Senpi Polisi dan Dipaksa Ngaku Jadi Sindikat Perampok
-
Jelang Hari Pencoblosan, JK Peringatkan Polisi dan TNI: Jangan Coba-coba Mencuri Hati Nurani Rakyat
-
Mulai Gerah! JK Peringatkan Polisi dan TNI Jelang Hari Pencoblosan
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda