Suara.com - Ajudan Prabowo Subianto, Mayor Teddy belum habis disorot karena kesigapannya ketika mengawal Menteri Pertahanan (Menhan) dalam sejumlah kegiatan kenegaraan.
Mayor Teddy barangkali salah sekian pria yang memiliki jabatan di TNI yang nyaris menjadi primadona perempuan. Meski begitu, Mayor Teddy memiliki sorotan lain bagi kaum pria. Ketegasannya patut dicontoh, bahkan hanya mengingatkan orang lain saja ia mampu membuat lawannya tak berkutik.
Hal itu terlihat ketika Mayor Teddy mencolek salah satu dokter ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman dan 20 rumah sakit milik TNI, beberapa waktu lalu.
Melansir akun TikTok, @suzhy01, Selasa (20/2/2024), dokter yang diketahui dari kalangan TNI ini mengenalkan beberapa lokasi di rumah sakit yang telah diresmikan. Ia juga menjawab pertanyaan Presiden Jokowi saat berjalan ke sisi ruangan.
Baca Juga:
Penasaran Biaya Sekolah di SMA Taruna Nusantara? Cek Rinciannya di Sini!
Foto dengan Mayor Teddy, Raffi Ahmad Diminta Sampaikan Ini oleh Penggemar
Namun dokter tersebut tampak ragu, terlihat dari gestur badannya yang terlihat maju-mundur mendahului Jokowi dan Prabowo yang berada di depan ketika menjelaskan.
Insting Mayor Teddy untuk mengawal langsung muncul, dan mengingatkan untuk tetap menjaga jarak. Namun di momen lain, Mayor Teddy mencolek lagi dokter tersebut dan diketahui mengingatkan untuk tidak terlalu dekat dengan presiden saat itu.
"Salfok, Mayor Teddy colek-colek pak dokter," sebut caption video.
Dokter tersebut langsung lemas dan menyender di tembok untuk tetap menjaga jarak terhadap presiden dan menhan. Reaksi dokter itu juga untuk memberikan jalan ke sejumlah pejabat yang berada di belakang Jokowi dan Prabowo.
Sontak video tersebut membuat reaksi para penonton. Tak sedikit yang menyoroti reaksi dokter tersebu. Ada juga yang memandang Mayor Teddy terlalu berlebihan.
"Pak Mayor Teddy enggak pandang bulu kalau ngawal," kata netizen pertama.
"Kira-kira Mayor Teddy bilang apa ya, kok dokternya langsung pasrah," tanya salah satu netizen lain.
"Padahal dokternya mengarahkan jalan, takut Pak Jokowi salah masuk kamar. Tapi Mayor Teddy enggak boleh jalan sejajar sama Pak Jokowi," duga netizen lain.
Berita Terkait
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ketua Mualaf Center Indonesia Ungkap Dampak Seriusnya
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Mualaf Center Indonesia Bantah Terlibat
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara